Marah Bercampur Iba, Kapolres Nangis

0
2848
Kapolres

GO BENGKULU, LEBONG – Marah bercampur iba itulah yang ditunjukkan Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.I.K, saat menghadiri rapat tim Gugus Tugas Covid-19 di Aula Pemda Lebong, Selasa (20/4).

Pada kesempatan itu Kapolres meminta Kepala Dinas Kesehatan, Rachman, SKM, untuk menyampaikan kesiapan dan stok ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri) yang ada di Dinkes. Rachman menyampaikan, saat ini di Dinkes Lebong hanya tersedia 40 keping vitamin, 200 kotak masker medis, 1.100 vial vaksin dan 200 baju hazmat, sementara disinfektan tidak ada alias kosong.

“Kalau penyaluran vaksin kita masih menunggu, karena saat ini giliran untuk lansia sementara saat ini bulan Ramadhan,” kata Rachman.

Mendengara penjelasan Rachman tersebut Kapolres mulai meninggi (Marah, red), dirinya menilai kinerja Dinkes lamban terutama dalam penyaluran vaksin.

“Masa harus menunggu, kalau memang belum bisa dilakukan vaksin kepada lansia kenapa tidak ke yang lain dulu, kan bisa ke para guru atau yang lainnya. Karena kalau kita lambat menyalurkan otomatis jatah kita belum akan ditambah dari pusat,” bantah kapolres.

Setelah Dinkes, Kapolres juga meminta Dirut RSUD untuk menyampaikan kesiapan ruang isolasi yang ada di RSUD. Hanya saja saat itu Dirut berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Kasubbid Promkes dan Rekam Medik, Khaidir Asda, SKM. Khaidir menyampaikan, di RSUD Lebong saat ini ada 2 ruangan (Bertekanan Negatif, red) untuk isolasi pasien Covid-19. Kapasitas 1 ruangan bisa untuk 2 tempat tidur, jadi 2 ruangan tersebut maksimal 4 tempat tidur.

“Kita bukan belum siap pak, tapi masih kurang,” kata Khaidir.

Mendengar kata-kata Khaidir tersebut, Kapolres spontan naik pitam.

“Belum siap dan masih kurang itu podowae bosss,”  ujar Kapolres dengan suara tinggi.

Seiring dengan itu pula, kapolres spontan menangis dan tampak emosinya menggebu-gebu seakan sangat kecewa dengan kesiapan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Lebong yang dinilainya masih jauh dari kata siap.

“Dimana hati nurani kita, mereka (Pasien Positif, red) manusia juga. Mereka dikucilkan di masyarakat. Mereka mau beli makan saja tidak bisa, orang-orang pada menghindar. Kita suruh mereka isolasi di rumah tapi kita tidak kasih mereka makan. Dimana hari nurani kita, sedih saya dengan keadaan ini,” beber kapolres dengan nada tinggi sembari menangis.

Tampak Kapolres sangat kecewa saat itu, Kapolres juga menyebut satgas Covid-19 kurang tanggap dan kurang peduli dengan bencana yang menimpa warga Lebong saat ini.

“Saya sudah datang langsung ke rumah mereka (Pasien Positif, red). Ada yang disuruh isolasi tapi dianya malah ikut orang motong (Panen padi/Ngerek, red). Kita tidak bisa menyalahkan dia (Pasien Positif, red) karena dia mau cari beras untuk makan, kita yang salah. Maaf pak Bupati saya terbawa emosi,” tambahnya lagi masih dengan tangis kesalnya.

Suasana rapat tiba-tiba menjadi hening, dan tampak wajah-wajah seolah merasa bersalah. Setelah Kapolres meluapkan kekesalannya, Bupati lalu angkat bicara.

Bupati menyebut, memang di kondisi seperti ini hati nurani kita memang dituntut. Bupati mengajak semua pihak untuk bekerjasama dan bersungguh-sungguh dengan hati nurani untuk membantu masyarakat yang terkena musiba Covid-19 agar dapat sembuh dan tidak dikucilkan di masyarakat. Bupati juga langsung memerintahkan kepada Dinas PMD-Sos, untuk mendata berapa kebutuhan warga yang terpapar hingga selesai isolasi.

“Kita ada dana Dana Tak Terduga untuk penanganan bencana. Kita bisa pakai itu dulu. Mereka tanggung jawab kita, Pemkab bertanggung jawab atas mereka. Saya minta Dinas PMD-Sos untuk mendata berapa jumlah kebutuhan mereka, kita akan tanggung semua. Sekarang jangan saling menyalahkan, mari kita kerja dengan hati nurani, kita bertanggung jawab atas mereka,” sampai bupati. (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here