/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Tim Audit Belum Turun, Penetapan Tersangka Masih Menunggu

177
×

Tim Audit Belum Turun, Penetapan Tersangka Masih Menunggu

Sebarkan artikel ini
Kasi Pidsus Kejari Lebong, Ronald Thomas Mendrofa, SH
Kasi Pidsus Kejari Lebong, Ronald Thomas Mendrofa, SH

GO BENGKULU, LEBONG – Perkara dugaan tindak pidana korupsi di Sekretariat DPRD Kabupaten Lebong terhadap pengelolaan keuangan tahun anggaran 2016 lalu masih bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong. Kendati sudah hampir 50 hari ditingkatkan statusnya dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik), tapi tampaknya pihak Kejari masih kesulitan menetapkan siapa aktor yang harus bertanggung jawab yang akan ditetapkan sebagai tersangka di balik tindakan yang terindikasi merugikan negara sekitar Rp 1,3 miliar itu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebong, Arief Indra Kusuma Adi, SH., M.Hum, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Ronald Thomas Mendrofa, SH, saat dikonfirmasi terkait perkembangan perkara tersebut mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu auditor untuk melakukan pemeriksaan kerugian negara (PKN) terhadap pengelolaan keuangan tahun anggaran 2016 di OPD tersebut. Jika tim auditor sudah turun dan diketahui berapa nilai KN, maka pihaknya bisa melangkah ke tahap berikutnya.

“Masih menunggu tim auditor dek.. ini kami lagi intens koordinasi,” kata Ronald saat dikonfirmasi Senin (12/4).

Ronald juga mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) beberapa waktu lalu untuk diturunkan tim auditornya. Tapi hingga saat ini pihaknya masih menunggu. Menurutnya, keterlambatan ini mungkin karena tim auditor masih melakukan PKN di Kejari lain.

“Masih antri, mungkin masih audit PKN di Kejari lain,” tambahnya.

Sejauh ini, dia mengaku telah memanggil ulang sekitar 19 orang saksi untuk melengkapi data-data dan keterangan guna keperluan audit PKN.

“Sudah sekitar 19 orang saksi kita panggil ulang, termasuk juga mantan unsur pimpinan DPRD 2016 kita periksa lagi,” tandasnya.

//Kilas Balik Penanganan Perkara Korupsi di Kabupaten Lebong

Kilas balik dengan perkara yang pernah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Lebong beberapa waktu lalu, yakni, perkara dugaan tindak pidana korupsi atas proyek pembangunan pasar Pelabuhan Talang Leak tahun 2018. Dalam perkara tersebut SY dan RF ditetapkan sebagai tersangka pada 7 September 2020, setelah kurang lebih 3 bulan dimulainya penyelidikan oleh Kejari Lebong.

kronologis kejadian, perkara tersebut dilirik oleh Kejari Lebong setelah diketahui adanya TGR atas pengerjaan proyek tersebut berdasarkan LHP BPK RI melalui Kementerian Perdagangan tahun 2019 lalu. Karena tak kunjung dikembalikan, pihak Kejari lalu melakukan penyelidikan atas temuan BPK RI tersebut agar dikembalikan oleh SY selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan RF selaku kontraktor pelaksana.

Sayangnya, di saat proses penyelidikan SY dan RF tak kunjung mengembalikan TGR tersebut. Lalu status perkaranya ditingkatkan menjadi Dik (Penyidikan). Setelah ditingkatkan statusnya menjadi Dik, barulah ada itikad baik dari SY untuk mengembalikan TGR senilai Rp 393 juta sesuai dengan LHP BPK RI. Rupanya pengembalian tersebut tidak dapat menghapus dosa SY dan RF karena pengembalian dilakukan setelah perkaranya ditingkatkan menjadi penyidikan. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka tanpa harus menunggu hasil audit BPKP. (YF)

Baca juga:

Perkara Dugaan Korupsi di Setwan masih Bergulir

Diduga Korupsi, Kadis PMD Provinsi Ditahan

Kembalikan TGR, Perkara Pasar Pelabuhan Talang Leak Tetap Lanjut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *