/
/
headlineLebong

Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Jalan Tanjung Agung-Danau Liang tak Kunjung Rampung

75
×

Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Jalan Tanjung Agung-Danau Liang tak Kunjung Rampung

Sebarkan artikel ini
jalan Tanjung Agung Danau Liang
Kondisi jalan di Desa Danau Liang, Sabtu (3/4)

GO BENGKULU, LEBONG – Jalan poros tengah Kabupaten Lebong yakni dimulai dari Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai, menuju Desa Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah, belum juga dapat dinikmati oleh masyarakat. Badan jalan pertama dibuka pada tahun 2011 lalu dengan kucuran anggaran sekira Rp 23,8 miliar. Kemudian pada tahun 2016 Pemkab Lebong kembali melakukan peningkatan jalan tersebut (Tanjung Agung- Danau Liang) dengan anggaran senilai Rp 15 miliar.

Sudah menelan anggaran puluhan miliar rupiah tetapi jalan tersebut belum juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di tahun 2020, lagi-lagi Pemkab Lebong mengucurkan anggaran untuk Peningkatan Jalan Tanjung Agung – Danau Liang (Hotmic) (DAK), senilai Rp 4,7 miliar. Sampai di situ rupanya masyarakat belum juga dapat merasakan manfaat dari jalan yang mengocek anggaran miliaran tersebut.

Seperti diakui oleh salah satu masyarakat Desa Daneu Liang, dia mengaku sejak dibuka badan jalan beberapa tahun lalu, dirinya malah kesulitan untuk mengangkut hasil pertaniannya karena kondisi jalan dalam keadaan rusak berat. Dia mengaku, sebelum dibuka badan jalan yang baru, di desanya terdapat jalan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) yang biasa digunakan masyarakat menuju areal perkebunan.

jalan Tanjung Agung Danau Liang,
Kondisi jalan di Desa Danau Liang, Sabtu (3/4)

Tapi pada waktu dibuka badan jalan yang baru, jalan PNPM tersebut dihancurkan. Sementara, peningkatan jalan baru yang dilakukan oleh pemerintah tak kunjung sampai di desanya, sehingga badan jalan yang dibuka beberapa tahun lalu kembali hancur dan kondisinya kian memprihatinkan. Jalan tersebut tak bisa lagi dilalui dengan kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4.

“Kalau dulu waktu masih ada jalan PNPM kami bisa mengangkut hasil pertanian kami menggunakan sepeda motor, tapi sejak 4 tahun terakhir tidak bisa lagi karena jalan PNPM yang dulu sudah dihancurkan tapi jalan baru tak kunjung dibuat,” ujarnya, Sabtu (3/4).

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Danau Liang, Endang Karyawan, sejak dibuka badan jalan tersebut warganya malah kesulitan untuk mengangkut hasil pertaniannya, karena jalan yang ada sekarang (Daneu Liang- Tanjung Agung) kondisinya sudah sangat parah dan tidak bisa dilewati dengan menggunakan kendaraan bermotor. Untuk, mengantisipasi hal tersebut dia mengaku menganggarkan Dana Desa-nya untuk membangun Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai alternatif.

“Tapi jarak tempuhnya (JUT, red) lebih jauh. Dan juga namanya bersumber dari dana desa tentu nilainya terbatas dan tidak bisa sekali, terpaksa bertahap,” ungkap Kades.

Dia pun berharap, jika memang ada peningkatan jalan Tanjung Agung-Daneu Liang, dia berharap bisa dimulai dari Desa Danau Liang agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

“Masa dimulai dari Tanjung Agung terus, sementara jalan kami ini (Desa Danau Liang, red) sudah hampir 5 tahun dibiarkan terbengkalai, bangunan dak nyampai-nyampai,” keluhnya.

Kabarnya, tahun ini (2021, red) Pemkab Lebong kembali akan mengucurkan anggaran untuk peningkatan jalan Tanjung Agung-Danau Liang dengan pagu anggaran senilai Rp 10,5 miliar.

Terpantau di situs http://lpse.lebongkab.go.id/ di tahun 2021 terdapat item pekerjaan Peningkatan Jalan Tanjung Agung – Danau Liang (Hotmix) (DAK) dengan pagu Rp. 10.320.795.000,00. Paket tersebut dilelang sekira bulan Desember 2020 lalu dan  dimenangkan oleh PT. PEBANA ADI SARANA dengan nilai kontrak Rp9.274.769.000,00.

Sama-sama kita tunggu akankah di tahun ini jalan tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, atau hanya akan menghambur-hamburkan anggaran saja. (Fr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *