/
/
headlineLebong

Hati-hati, Jalan Lintas Curup-Lebong Banyak “Ranjau”

650
×

Hati-hati, Jalan Lintas Curup-Lebong Banyak “Ranjau”

Sebarkan artikel ini
jalan amblas

GO BENGKULU, LEBONG – Bagi pengguna jalan yang hendak melintas dari Curup menuju Kabupaten Lebong atau sebaliknya diminta untuk berhati-hati. Pasalnya, ada beberapa titik jalan dalam kondisi darurat dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Ada beberapa titik badan jalan terbis dan berlubang hingga timbunan longsor yang tak kunjung dibersihkan.

Seperti di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, hampir separuh badan jalan amblas dengan panjang sekira 5 meter. Jalan tersebut amblas sekira setahun yang lalu, kondisinya sangat mengerikan, dengan jurang dalam sekira 20 meter di bawahnya.

Bahayanya lagi, jalan amblas ini terdapat di daerah sawangan yang tidak terdapat penerangan jalan dan rambu-rambu. Kondisinya sangat gelap pada malam hari, tambah lagi ketika turun hujan badan jalan tergenang air.

Kemudian ruas jalan di wilayah Desa Kota Donok, juga terdapat beberapa titik jalan amblas dan berlubang. Kondisi demikian pun sudah menahun dan tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi yang bertanggungjawab atas jalan tersebut.

jalan amblas dan tanah longsor

Sayangnya, Kepala Dinas PUPR Provinsi , Mulyani Toha, saat dikonfirmasi terkait kondisi jalan tersebut, dirinya tidak memberikan respon. Upaya konfirmasi yang dilayangkan awak gobengkulu.com via pesan WhatsApp pada Sabtu (27/3) sekira pukul 16.43 WIB, tidak membuahkan hasil, pesan hanya dibaca saja tapi tidak ditanggapi.

Sementara itu, salah satu aktivis asal Kabupaten Lebong, Rozi Antoni, mengatakan, dengan kejadian yang sudah menahun ini masyarakat Lebong patut mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi untuk membangun daerah. Buktinya, beberapa titik jalan di Kabupaten Lebong yang mengalami kerusakan bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki. Bukannya 1 bulan atau 2 bulan tapi sudah bertahun-tahun dibiarkan saja, Pemerintah Provinsi seolah tutup mata.

“Ini kejadiannya sudah menahun, tapi belum juga ada tindakan. Apa tunggu ada korban yang terperosok ke jurang dulu baru mau dibangun,” ungkapnya dengan nada kesal.

Dia menambahkan, seharusnya Dinas PUPR Provinsi cepat tanggap karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Bukan hanya badan jalan, pria berkepala botak ini juga mengkritik tebas bayang di sisi kiri-kanan jalan yang kerap diabaikan, sehingga jalan lintas utama di Kabupaten Lebong seperti semak belukar dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Anggaran rutin untuk perawatan jalan itu kan ada dan nilainya tidak sedikit, lantas uangnya di kemanakan. Jangan hanya kenal masyarakat pada waktu kampanye saja, ketika sudah dapat malah lupa.,hak rakyat pun ditilap,” tandasnya. (Pls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *