Pinca Bank Bengkulu Sebut, Jika Gajian Tanggal 1 Saldo Tidak Akan Diblokir

Pinca Bank Bengkulu Muara Aman Dipanggil Kejari

0
1205
Bank Bengkulu.

GO BENGKULU, LEBONG – Sepertinya Bank Bengkulu saat ini tengah diterpa badai cobaan. Baru-baru ini ramai pemberitaan isu miring (negatif, red) terkait Bank daerah tersebut. Mulai dari petinggi Bank yang kabarnya saat ini tengah diperiksa oleh pihak Kejati Bengkulu terkait kebijakan pemberian kontra prestasi atau Insentif/Member Get Member/PKS dengan Mitra Bank Bengkulu terhadap kredit yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kemudian isu pengalihan Kasda bahkan penarikan saham oleh pemerintah daerah (Kabupaten Lebong, red) yang mengeluh atas pelayanan Bank daerah tersenbut. Baru-baru ini ada pula perdebatan terkait aplikasi OPD Payment untuk transaksi keuangan di OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Lebong yang kabarnya belum berjalan maksimal.

Ada pula keluhan dari nasabah (ASN, red) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lebong, yang mengaku saldo di rekeningnya kerap dibekukan (diblokir, red) sepihak oleh pihak Bank jika di awal bulan (Tanggal 1, red), nasabah tersebut belum gajian dan akan dibuka kembali ketika gajinya sudah masuk rekening.

Hal tersebut dikeluhkan oleh banyak ASN di Kabupaten Lebong yang mayoritas menjadi nasabah Bank Bengkulu. Dampak dari itu mereka (Nasabah ASN, red) mengaku akan hijrah dari Bank Bengkulu ke Bank lain yang kebijakannya dinilai tidak merugikan nasabah.

“Masa gara-gara gaji kami belum masuk saldo kami yang ada di rekening diblokir oleh pihak Bank, itu kan perampasan namanya. Karena perjanjian yang kami sepakati pada waktu akad angsuran akan dipotong dari gaji bukan dari tabungan (saldo, red) yang ada di rekening,” ungkap beberapa ASN ketika dibincangi awak gobengkulu.com tidak lama ini.

Menepis isu miring tersebut, Pimpinan Cabang Bank Bengkulu Muara Aman,Agustian Domargo, SE, angkat bicara. Pria yang akrab disapa Edo ini merilis klarifikasi di beberapa media yang berdomisili di Provinsi Bengkulu. Pertama terkait aplikasi OPD Payment, yang dikabarkan memperhambat proses transaksi keuangan OPD di Kabupaten Lebong.

Dia menjelaskan, OPD Payment adalah aplikasi yang dirancang agar terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengeluaran di setiap OPD di lingkup Pemkab Lebong sesuai dengan semangat pemerintah agar pengelolaan keuangan dilakukan secara non tunai sesuai dengan instruksi dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri  guna mencegah terjadinya korupsi.

“Aplikasi OPD Payment ini pernah kita terapkan pada pertengahan tahun 2020 di beberapa OPD di Kabupaten Lebong, tapi pada bulan Desember 2020, kita kembalikan ke manual seperti sistem sebelum adanya aplikasi OPD Payment,” ungkap Edo, yang ditayangkan oleh beberapa media yang berdomisili di Provinsi Bengkulu, pada Senin (15/3), tanpa menjelaskan kenapa dikembalikan ke sistem manual lagi.

Selanjutnya dia juga menyinggung terkait keluhan beberapa ASN yang mengklaim pihak Bank Bengkulu memblokir saldo di buku rekening para nasabah jika pada awal tanggal 1  gajinya belum masuk. Hal itu dibenarkan oleh Edo. Hanya saja, dia berkilah keluhan para nasabah (ASN, red) itu karena adanya disinformasi.

Menurutnya, pemblokiran itu terjadi secara otomatis oleh sistem terhdap saldo di rekening ASN yang punya pinjaman di Bank Bengkulu. Bahkan dia berpendapat, sistem pemblokiran secara otomatis itu sebenarnya sangat bagus, karena akan lebih transparan terhadap mutasi rekening nasabah di setiap tanggal pembayaran yang telah disepakati bersama pada waktu akad.

“Ini kan sudah menjadi kesepakatan bersama pada waktu akad, yang diblokir itu hanya senilai 1 (satu) kali angsuran, selebihnya (Saldo efektif, red) masih bisa ditarik,” ujar Edo.

Masih menurut Edo, hal itu (pemblokiran, red) tidak akan terjadi jika ASN gajiannya tepat waktu setiap tanggal 1 tiap bulannya. Jika ada keluhan atau ada yang merasa dirugikan atas hal itu, Edo meminta untuk disampaikan ke pihaknya, baik secara tertulis atau bisa juga secara langsung agar tidak terjadi disinformasi atau opini yang belum tentu kebenarannya.

“Kalau gajiannya tepat waktu setiap tanggal 1 tiap bulannya, tidak akan ada pemblokiran, kalau ada yang merasa dirugikan atas hal itu silahkan sampaikan ke kami agar kami bisa menindak lanjutinya dan mengevaluasi,” tutur Edo.

Teranyar, informasi berhasil diperoleh awak gobengkulu.com, Pimpinan Cabang Bank Bengkulu Muara Aman akan dipanggil oleh pihak Kejari Lebong terkait keluhan para nasabah dari kalangan ASN Pemkab Lebong yang mengaku saldonya kerap diblokir oleh pihak Bank di setiap awal bulan jika belum gajian.

“Iya, kita mau koordinasi terkait polemik pemblokiran sementara rekening ASN, hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas dan suasana kondusif di Kabupaten Lebong,” sampai Kajari Lebong Arief Indra Kusuma Adi, SH., M.Hum, melalui Kasi Intel, Imam Hidayat SH., MH, Senin (15/03/20). (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here