/
/
headlineLebong

Saldo Kerap Dibekukan, ASN Ancam Migrasi dari Bank Bengkulu

180
×

Saldo Kerap Dibekukan, ASN Ancam Migrasi dari Bank Bengkulu

Sebarkan artikel ini
bank bengkulu

GO BENGKULU, LEBONG – Sejumlah ASN di Kabupaten Lebong yang merupakan nasabah Bank Bengkulu mengeluhkan tindakan yang diambil oleh pihak Bank yang menurutnya merugikan nasabah. Tindakan tersebut adalah berupa pemblokiran terhadap saldo rekening  ASN setiap awal bulan jika belum gajian.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu ASN di lingkup Pemkab Lebong yang enggan disebutkan namanya mengaku, saldo yang ada di rekeningnya diblokir oleh pihak Bank lantaran di awal bulan dirinya belum gajian. Sementara, dari perjanjian awal angsuran pinjaman akan dipotong dari gajinya setiap bulan senilai satu kali angsuran selama tenor yang disepakati dan tidak ada perjanjian pemotongan dari saldo tabungan yang ada di rekening yang sumbernya selain dari gaji.

“Perjanjiannya kan dipotong dari gaji, tapi kok gara-gara gajian terlambat malah saldo saya yang ada di rekening diblokir,” ungkapnya saat dibincangi awak gobengkulu.com pada Selasa (9/3).

Menurutnya, tidak seharusnya pihak Bank melakukan pemblokiran sepihak tanpa persetujuan dari pemilik buku rekening. Karena sesuai dengan perjanjian awal, yang dipotong langsung itu adalah gaji, bukannya saldo tabungan yang sumbernya selain gaji, karena belum tentu uang tersebut murni milik secara pribadi.

“Kalau begini kami takut nabung di Bank Bengkulu, takutnya gaji terlambat masuk malah uang yang ada di rekening kami yang diblokir, itu sama saja perampasan namanya,” imbuhnya.

Terkait hal itu, dia memastikan, jika tidak ada perubahan kebijakan dari pihak Bank Bengkulu, dirinya bersama rekan-rekan ASN lainnya berencana akan migrasi ke Bank yang lain.

“Kalu cak ini lemak pindah bae ke Bank lain,” tuturnya dengan logat kedaerahannya.

Sementara itu, Pimpinan Cabangn (Pinca) Bank Bengkulu Cabang Muara Aman, Agustian Domargo ketika dikonfirmasi menyebutkan, pemblokiran rekening ASN tersebut sesuai kesepakatan nasabah di atas materai pada waktu awal peminjaman bahkan hal itu diakuinya diketahui oleh Otoritas jasa keuangan (OJK). Dia juga menjelaskan, yang diblokir itu adalah senilai 1 (Satu) kali angsuran, selebihnya tidak diblokir dan bisa diambil. Tapi jika saldo di rekeningnya kurang dari nilai satu kali angsuran, maka sepenuhnya (Saldo, red) akan diblokir hingga gajinya masuk.

“Di awal sebelum meminjam itu sudah dijelaskan dan mereka (ASN, red) sudah setuju itu. Buktinya mereka tanda tangan di atas materai,” jelas Domargo, saat dikonfirmasi belum lama ini. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *