Polres Lebong Larang Wartawan Ambil Gambar saat Rekonstruksi

0
1164
rekonstruksi
Wartawan dilarang masuk

GO BENGKULU, LEBONG – Polres Lebong menggelar rekonstruksi perkara dugaan pembunuhan yang terjadi di Desa Nangai Tayau, Kecamatan Amen, dengan korbannya seorang PNS yang berinisial DF yang dilakukan oleh suaminya sendiri yang berinisial YR alias Ib, Rabu (24/2).

Sayangya rekonstruksi digelar secara tertutup dan dilarang awak media untuk mengambil gambar dari adegan yang berlangsung di dalam rumah korban.­­­ wartawan dibatasi batas garis polisi yang terpasang di pagar pintu masuk halaman rumah korban.

Pada saat wartawan hendak masuk mengambil gambar dari adegan yang akan diperagakan oleh tersangka, anggota Polres Lebong yang berjaga dengan senjata lengkap menghadang dan mengusir wartawan agar tidak melewati garis polisi yang terpasang. Pada saat itu ada pula Kasat Reskrim, Iptu. Didik Mujianto, SH, yang ikut melarang wartawan untuk masuk, sambil melambai-lambaikan tangan isyarat mengusir wartawan.

“Nanti saja ya, nanti diliris,” kata kasat sambil melambaikan tangan isyarat mengusir.

Kemudian wartawan minta izin agar diperbolehkan perwakilan untuk masuk mengambil gambar dari adegan yang diperagakan oleh tersangka, tapi tetap saja dilarang oleh Kasat. Dia menyampaikan agar wartawan tetap di luar garis polisi dan menjanjikan nanti akan dikasih kesempatan.

“Nanti saja, nanti dikasih kesempatan,” cetusnya.

Tidak puas sampai di situ, para jurnalis dari berbagai media yang hadir di lokasi berusaha konfirmasi dengan Kabid Humas Polda Bengkulu, Sudarno, S. Sos, MH, via pesan Whatsapp, dan dijawab langsung oleh Kabid Humas bahwa pada saat rekonstruksi wartawan tidak dilarang jika ingin mengambil gambar dan dia mempersilahkan untuk menyampaikan kepada Kasat reskrim.

“Sampaikan saja dengan Kasat, ga’ apa-apa masuk,” ujarnya.

Namun ketika awak media ingin bertemu dengan Kasat, yang bersangkutan tidak ingin menemui media, meskipun dirinya berdiri tidak jauh dari awak media. (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here