Setelah Terungkap, Ini pengakuan Suami Korban

0
2078
PENGAKUAN SUAMI KORBAN

GO BENGKULU, LEBONG – Hampir satu minggu berjalan kasus dugaan bunuh diri yang terjadi di Kabupaten Lebong, akhirnya terungkap. Ternyata DF bukan korban bunuh diri tapi korban pembunuhan. Sadisnya lagi DF diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, yang berinisial YR alias Ib.

Pihak kepolisian butuh waktu kurang lebih satu minggu untuk mengupkapkan perkara tersebut, karena Ib bertahan mengatakan bahwa istrinya meninggal karena bunuh diri. Tak mau percaya begitu saja, polisi terus menggali informasi terkait kematian korban yang tampak sedikit janggal itu, yakni, gantung diri di kusen pintu yang tingginya hanya seklitar 180 sentimeter.

Tambah lagi, pengakuan dari pihak keluarga pada waktu memandikan jasad korban ditemukan beberapa luka memar seperti terkena benda tumpul di sekujur badan korban. Dari tanda-tanda yang ditemukan itu pihak keluarga menduga ada sesuatu hal lain yang menyebabkan korban meninggal, lalu melaporkan ke polisi.

Polisi lalu menginterogasi dan menggali informasi dari para saksi termasuk suami korban. Tapi suami korban tetap bertahan mengatakan bahwa istrinya meninggal karena bunuh diri. Akhirnya dengan persetujuan pihak keluarga polisi melakukan autopsi untuk memastikan kebenaran dari peristiwa yang merenggut nyawa ibu dari 2 anak tersebut.

Dengan pengawalan ketat, makam korban dibongkar pada Kamis (18/2/2021), kemudian dilakukan autopsi oleh tim Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Bengkulu, dibantu tim forensik dari Rejang Lebong. Kabarnya hasil autopsi akan diumumkan seminggu kemudian, setelah dilakukan autopsi.

Hanya saja, sebelum hasil autopsi dirilis oleh Biddokkes Polda Bengkulu,  suami korban tak lagi mampu menyembunyikan sandiwaranya dan mengakui bahwa dialah yang telah menghabisi nyawa istrinya. Dia megaku gelap mata saat terjadi pertengkaran antara keduanya.

Diakui tersangka, pada saat itu sekira pukul 13.00 WIB, korban menyuapi anaknya yang rewel tidak mau makan. Kesal dengan tingkah anaknya, korban lalu memarahi anaknya yang masih balita itu. Melihat istrinya marah-marah, tersangka lalu menegur agar jangan kelewatan memarahi anak.

“Jangan cak itu nian marahi anak tu, malu didengar orang,” kata tersangka.

Kemudian korban menjawab dengan jawaban yang kurang mengenakan menurutnya (tersangka, red).

“Pacaklah aku, cak ikolah aku dak ado urusannyo kek orang,” sahut korban ditirukan oleh tersangka.

Kemudian korban berdiri dan membanting piring ke arah tersangka dan mengenai kaki kanannya. Melihat tingkah korban tersebut, dia mengaku ikut tersulut emosi dan meninju dada sebelah kanan korban yang mengakibatkan korban terjatuh.

Kemudian tersangka menghampiri anaknya dan menggendong sambil menimang-nimang hingga anaknya tertidur, kemudian ditidurkan di kamar.

Hanya saja tersangka mengaku istrinya masih saja marah-marah dan menyebut tentang masa lalu tersangka yang pernah menikah dengan wanita lain.

“Bahaslah terus,” kata tersangka, menjawab omelan istrinya.

Keadaan semakin memanas, korban kembali menyerang tersangka, memukul bagian dada sambil berusaha mencakar tapi tidak mengenai tersangka. Tersangka lalu mendorong korban hingga terjatuh ke lantai.

Tersangka mengaku dirinya sempat menghindar dengan keluar dari kamar, tapi korban masih saja mengejar, dan pada saat itulah tersangka gelap mata dan menarik gorden yang terpasang di pintu kamar lalu melilitkan ke leher korban sekitar satu menit. Akibatnya, korban tercekik dan batuk-batuk kemudian mulai melemah dan tidak bergerak lagi karena lilitan kain tersebut.

Melihat kondisi demikian itu, tersangka panik dan berusaha menghilangi jejak dengan mengambil kain gendong yang ada di dalam kamar kemudian mengikatkannya pada leher korban lalu digantungkan pada kusen pintu agar terlihat seperti bunuh diri.

Setelah mengeksekusi korban, tersangka keluar rumah menggunakan mobil. Selang setengah jam, tersangka kembali lagi ke rumahnya dan berteriak-teriak minta tolong seolah istrinya bunuh diri.

Saat ini, suami korban sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Polres Lebong guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Untuk diketahui, DF adalah seorang PNS asal Curup, yang bekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. Sementara suaminya juga pria asal Curup yang kesehariannya bekerja sebagai wiraswasta. Korban dan suaminya ini tinggal bersama di Desa Nangai Tayau, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (12/2/2021), sekira pukul 13.00 WIB.(YF)

Baca juga: Terkuak, Ternyata Bukan Bunuh Diri, PNS Asal Curup Kuat Dugaan Dibunuh

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here