/
/
headlineLebong

Lebong jadi Pilot Project Penggunaan Siskeudes di Provinsi Bengkulu

130
×

Lebong jadi Pilot Project Penggunaan Siskeudes di Provinsi Bengkulu

Sebarkan artikel ini
BPKP

GO BENGKULU, LEBONG – Selasa (16/2/2021), Kepala perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, Iskandar Novianto, beserta rombongan berkunjung ke Kabupaten Lebong. Kunjungannya dalam rangka koordinasi terkait implementasi aplikasi Siskeudes yang berbasis online, bertempat di ruang kerja Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Lebong.

Pada kesempatan itu Iskandar menuturkan, sejauh ini masih banyak ditemukan kualitas SDM perangkat desa yang masih sangat minim sehingga sering mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan di desanya termasuk dalam pembuatan pelaporan keuangan desa. Bermula dari itu, BPKP bersama Kementerian Dalam Negeri berinisiatif membangun sebuah Aplikasi yang dapat digunakan oleh pemerintah desa dalam pengelolaan keuangannya. Aplikasi tersebut diberi nama Siskeudes (Sistem Keuangan Desa).

Aplikasi siskeudes pertama dibangun pada tahun 2015 lalu, hanya saja sejauh ini masih banyak kekurangan dan kelemahan, terutama terkait menu-menu di dalam aplikasi yang masih banyak kurang dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini dan sitemnya masih manual.

Menjawab hal tersebut, pada tanggal 10 November 2020 lalu, Mendagri telah merilis penyempurnaan dari aplikasi Siskeudes menjadi versi versi 2.03. Dalam Siskeudes versi baru ini telah ditambahkan beberapa fungsi dan fitur baru. Seperti, terkait penanganan covid-19 di desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, dan juga penambahan rinci bidang penanggulangan bencana dan keadaan darurat, salah satunya jaring pengaman sosial melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

“Tentunya untuk menjalankan sebuah aplikasi ini diperlukan SDM yang melek teknologi, untuk itu perlunya diberikan pelatihan atau pun bimbingan kepada para perangkat desa,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, dengan aplikasi Siskeudes, pemerintah desa akan lebih mudah dalam pembuatan laporan dan pembuatan peraturan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Terpenting adalah, lanjut Iskandar, dengan Siskeudes diharapkan akan terciptanya sistem pengelolaan keuangan desa yang transparan akuntabel, tertib dan disiplin.

“Kita berkunjung ke Kabupaten Lebong ini terkait pengimplementasian aplikasi Siskeudes, karena Kabupaten Lebong akan kita jadikan pilot project (percontohan, red) penggunaan Siskeudes di Provinsi Bengkulu,” tandasnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *