/
/
headlineLebong

Bangunan Belum Selesai, PTM Muara Aman Dilaunching Bupati

482
×

Bangunan Belum Selesai, PTM Muara Aman Dilaunching Bupati

Sebarkan artikel ini
launching pasar

GO BENGKULU, LEBONG – Di penghujung jabatannya, Bupati Lebong, Dr. H. Rosjonsyah, S.I.P., M.Si, melaunching Pasar Tradiosional Modern (PTM) Muara Aman Ex kios pasar, pada Kamis (11/2/2021). Acara launching digelar di lantai 3 bangunan tersebut. Kendati belum rampung 100 persen, beliau berharap PTM yang dilaunchingnya itu segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh para pedagang yang diungsikan 3 tahun yang lalu.

“Tahun ini harus bisa ditempati, lantai dasarkan sudah selesai, tempati saja dulu lantai dasar sembari berjalan pengerjaan yang belum selesai,” kata bupati.

Dia juga menegaskan, pembangunan pasar tersebut jangan sampai terhenti dan harus dilanjutkan hingga selesai. Dia menyebut PTM yang direncanakan 4 lantai tersebut akan menjadi ikon Kabupaten Lebong agar dikenal oleh daerah luar.

“Pembangunan ini tidak boleh terhenti, lanjutkan sampai selesai. Nanti saya akan titip dengan bupati baru agar melanjutkan pembangunan pasar ini,” ungkap bupati.

Hanya saja lauching pasar ini terkesan dipaksakan, pasalnya, bangunan yang sudah menelan anggaran sekira Rp 33 miliar dan sudah berjalan 3 tahun ini belum juga rampung dan baru selesai lantai dasar saja yang terdiri dari 51 kios. Jika bercermin pada perencanaan awal, pasar tersebut akan dibangun 4 lantai terdiri dari 132 kios, berikut dengan fasilitas penunjang lainnya.

Namun sayang, memasuki tahun ke-4 bangunan tersebut masih jauh dari kata layak untuk dihuni oleh para pedagang. Lantai di tingkat atas masih kasar dan tangga-tangga untuk naik ke lantai atas juga belum ada batas pengaman dan dikhawatirkan akan menimbulkan kecelakaan bagi penggunanya. Tambah lagi perabung atap masih belum rapi dan berlobang yang tentunya akan bocor di saat musim hujan.

Di tahun ke-4 (2021, red) ini, kabarnya Pemkab Lebong kembali mengucurkan anggaran senilai Rp 3,8 miliar untuk melanjutkan bangunan tersebut.

Jika dipaksakan untuk dihuni oleh para pedagang di lantai dasar, sementara di lantai atas ada pekerjaan proyek dengan material dan peralatan bangunan, dikhawatirkan akan mengancam keselamatan para pedagang atau pun pengunjung yang berada di lantai dasar. Tambah lagi pekerjaan bangunan tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak ke tiga.

Menyikapi imbauan bupati agar segera menempati pasar tersebut, Kepala Dinas Perindag-Kop Lebong, Aris Munandar, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Azhari, tampak pesimis. Dia berpendapat tidak mungkin pasar yang baru rampung lantai dasar yang terdiri dari 51 kios tersebut untuk ditempati, jika dipaksakan dikhawatirkan akan menimbulkan konflik. Dikatakan demikian karena jumlah pedagang yang punya HGB (Hak Guna Bangunan) yang sebelumnya diungsikan berjumlah 85 orang.

“Saya belum berani memastikan akan segera ditempati atau belum. Kalau kita paksakan takutnya akan menimbulkan konflik. Kios yang ada baru 51 sementara jumlah pedagang yang punya HGB ada 85 orang, terus sisanya mau dikemanakan,” kata Azhari.

Dia juga mengaku mendapat tekanan dari para pedagang yang menuntut perlakuan yang sama.

“Para pedagang juga sudah menemui saya, mereka menuntut kalau pindah satu harus pindah semua jangan ada yang dianaktirikan. Saya tidak mau ambil risiko, untuk kepastiannya saya akan koordinasi lagi dengan pak Sekda dan bupati baru nanti,” beber Azhari. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *