Dua Bulan Putus Kontrak, 2 Proyek ini Tak Kunjung Diopname

0
554
PLT INSPEKTUR INSPEKTORAT.

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Kendati sudah hampir 2 bulan lebih dinyatakan putus kontrak yakni sejak 23 November lalu, tapi hingga hari ini proyek pengerjaan link jalan Ranah Kurung-Batu Bandung, dan link jalan Cinto Mandi-Langgar Jaya belum juga diopname. Dampaknya, untuk kelanjutan proyek tersebut menjadi terhambat dan nyaris terbengkalai. Bahkan pihak rekanan juga harus bersabar terkait pembayaran atas progres pekerjaan yang sudah dikerjakan lantaran belum diketahui berapa volume pekerjaan yang diselesaikan.

Proyek jalan dari sumber dana pinjaman PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur)  ini, dikerjakan oleh oleh dan PT BIP (Bayu Inti Pelangi) dan PT SMI (Sarana Multikarta Indonesia). Keduanya dinyatakan putus kontrak karena dinilai tidak sanggup menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati.

Sejatinya setiap pekerjaan yang dinyatakan putus kontrak harus diopname dan dihitung progresnya sejauh mana untuk menentukan pembayaran yang mesti dibayar kepada pihak rekanan.

Terkait hal itu, Plt. Inspektur Inspektorat Kepahiang, Haira Aryani, S.Sos., M.Pd, mengaku pihaknya akan segera melakukan opname terhadap 2 paket pekerjaan yang dinyatakan putus kontrak oleh Dinas PUPR. Saat ini pihaknya masih menunggu kesiapan dan kesepakatan dari Dinas PUPR, pihak rekanan dan konsultan,  sebagai acuan untuk menghitung volume pekerjaan yang sudah dikerjakan. Dalam melakukan penghitungan itu nanti, Haira mengaku akan bersama-sama dengan BPKP Provinsi.

“Dalam waktu dekat kita akan turun, kalau tidak Selasa, Rabu,” ungkap Haira saat dibincangi awak gobengkulu.com, Jumat (5/2/2021).

Dirinya juga menjelaskan, pihaknya hanyalah sebagai penengah dan kapasitasnya hanya sebatas pemeriksaan dan penghitungan progres pekerjaan pihak rekanan, kalau terkait denda dia mengaku itu bukan ranahnya.

“Kapasitas kami hanya sebatas memeriksa dan menghitung progres pekerjaan saja, kalau terkait denda ataupun apa itu ranahnya OPD Teknis dalam hal ini Dinas PUPR,” jelas Haira. (OJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here