GO BENGKULU, LEBONG – Salah satu pekerja proyek di PT. PLTA Tunggang, Kabupaten Lebong, dikabarkan meninggal di seputaran lokasi kerja, pada Kamis (4/2/2021). Dari informasi yang didapat, pekerja yang diketahui bernama Jalil Wahyono (50), warga Dusun II, Desa Talang Tua, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara ini meninggal karena kecelakaan. Belum diketahui pasti kecelakaan seperti apa yang dimaksud.
Berdasarkan pengakuan kerabat yang juga merupakan mandor lapangan di tempat dia bekerja, Tohari (57), dia menduga kalau korban mengalami kecelakaan tunggal dan dipastikan bukan saat jam kerja. Dia menguatkan, bahwa beberapa hari ke belakang pihaknya tidak melakukan aktivitas apa-apa (kerja, red) karena faktor cuaca ekstrim.
“Ini kecelakaan tunggal, dan saya pastikan bukan saat jam kerja. Kami beberapa hari ini libur karena cuaca hujan terus,” kata Tohari yang mengaku dirinya adalah mandor korban.
Dia menceritakan, sekira pukul 10.30 WIB, korban pergi meninggalkan base camp, ketika ditanya mau kemana, korban menjawab dengan gurauan, “mau mencari harta karun”. Pihaknya tidak mengetahui korban pergi kemana. Barulah sekira pukul 13.30 WIB, salah satu teman korban mendapati korban sudah terkapar dengan luka di kepala yang sudah mengering.
Lalu dirinya beramai-ramai membawa korban ke RSUD Lebong untuk memastikan keadaannya. Sayangnya, korban dinyatakan sudah meniggal, dan kuat dugaan sudah meninggal di TKP (Tempat Kejadian Perkara).
“Tadi dia pamit pergi, tapi ketika ditanya mau kemana, dia menjawab dengan guyonan, saya mau mencari harta karun,” cerita Tohari.
Pantauan di lapangan, saat dinyatakan sudah meninggal oleh tim medis, tampak pihak perusahaan dan kerabat korban terkesan terburu-buru meninggalkan RSUD dan hendak membawa jasad korban pulang ke Bengkulu Utara tanpa pemeriksaan polisi. Bahkan jasad korban sudah dibawa keluar dari ruang IGD dan akan dinaikkan ke ambulance. Namun saat itu salah satu anggota Intel Polres Lebong berhasil menahan dan menyampaikan ada anggota dari Reskrim ingin melakukan pemeriksaan. Akhirnya jasad korban dibawa masuk kembali dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
Dari hasil pemeriksaan tampak luka di kepala bagian belakang korban seperti berturan benda tajam dengan 21 jahitan. Kemudian tampak lecet di bagian perut (kulit terkelupas, red) seperti terkena cairan panas.
Setelah dilakukan pemeriksaan, jasad korban langsung dibawa pulang ke rumah duka di Bengkulu Utara dengan menggunakan ambulance RSUD Lebong. Setelahnya, anggota Sat Reskrim Polres Lebong langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada rilis resmi terkait penyebab kematian korban. Hanya saja, rekan-rekan korban berulang kali meyakinkan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal dan tidak sedang jam kerja. (YF)














