/
/
headlineLebong

Saldo Nol, Seribu Lebih KPM Bansos Sembako Gigit Jari

116
×

Saldo Nol, Seribu Lebih KPM Bansos Sembako Gigit Jari

Sebarkan artikel ini
bpnt
Ilustrasi

GO BENGKULU, LEBONG – Seribuan orang KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sekarang berubah menjadi Bantuan Sosial sembako di Kabupaten Lebong terpaksa gigit jari. Pasalnya, kartu sembako senilai Rp 200 ribu per bulan yang biasanya bisa digesek untuk ditukarkan dengan sembako ternyata saldonya nol.  Hal tersebut terjadi pada penyaluran Januari 2021.

Seperti yang diungkapkan salah satu KPM di wilayah Kecamatan Bingin Kuning, awalnya dia tidak tahu kalau saldo di kartunya nol. Ketika dapat kabar dari beberapa KPM bahwa penyaluran Januari sudah dimulai, dirinya juga ikut ke e-warong untuk menggesek kartunya untuk ditukarkan dengan sembako. Tapi malang, KPM tersebut mendapat kabar tak enak dari pemilik e-warong yang mengatakan dirinya tak bisa mendapat sembako lantaran saldo kartu sembakonya nol.

“Saya heran, yang lain dapat dan saldonya ada. Tapi kok kartu saya saldonya nol, sementara tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kalau bulan kemaren saya masih dapat,” katanya, Kamis (27/1/2021).

Dirinya pun tak mendapat keterangan yang jelas. Pemilik e-warong cuma memberitahu bahwa saldonya nol.

“Saya dak tahu, apakah saya sudah dicoret sebagai KPM atau gimana. Karena tidak ada pemberitahuan, baik dari e-warong atau pun dari petugas TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan),” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD-Sos, melaui Kasi Pemberdayaan Sosial dan Pemberdayaan Fakir Miskin, Dina Maryani, ketika dikonfirmasi terkait hal itu beliau menjelaskan,  terhitung bulan ini (Januari, red) memang banyak KPM yang saldonya nol. Itu pun bukan satu atau dua orang, jumlahnya mencapai 1000 lebih. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran ada perbaikan data dari pusat. Dan ternyata setelah dilakukan pemadanan memang banyak NIK KPM yang tidak sama antara DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dengan data Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Oleh karenanya, pihak Kemensos meminta data tersebut untuk segera divalidasi.

Lebih jauh dia mengaku, baru-baru ini pihaknya mendapat kiriman data dari Kemensos (Kementerian Sosial) sebanyak 459 NIK KPM yang ada di Kabupaten Lebong untuk dipadankan dengan data Dukcapil. Setelah NIK tersebut dipadankan, ternyata memang banyak yang tidak sama antara NIK di data DTKS dengan data Dukcapil.

“Kami juga bingung, kalau informasi yang kami dapat penyebabnya adalah NIK yang tidak padan antara DTKS dengan data Dukcapil,” jelasnya.

Ditanya apakah mereka itu dicoret kepesertaannya sebagai KPM Bansos sembako, dia mengaku belum tahu kepastiannya. Semua keputusan dari pusat, pihaknya hanya menerima data dari pusat dan menyampaikan data yang diminta.

“Kami hanya disuruh memadankan data saja, selanjutnya mereka masih dapat atau tidak saya belum tahu, yang pasti bukan kita yang coret,” tegasnya.

Data terhimpun di Kabupaten Lebong terdapat sebanyak 8.000 lebih KPM Bansos Sembako. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *