Belajar Sistem Daring, Ortu Siswa Ngeluh Beli Kuota Internet

0
375
Kepala MAN 01 Lebong
Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Lebong, Nopi Epi Puspita, M.Pd

GO BENGKULU, LEBONG – Belum tahu berakhir hingga kapan, wabah covid-19 saat ini masih saja menghantui penduduk dunia. Banyak kegiatan yang terpaksa dihentikan dan harus terbiasa dengan kebiasaan baru. Termasuk di dunia pendidikan, hampir seluruh sekolah saat ini melaksanakan sistem pembelajaran dengan sistem BDR (Belajar Dari Rumah). Pola belajarnya pun berbeda-beda, ada yang belajar dalam jaringan (Daring) dan ada pula yang di luar jaringan (Luring). Pasalnya, tidak semua peserta didik memiliki HP android yang bisa digunakan untuk mengikuti materi pembelajaran yang disampaikan oleh tenaga pendidik.

Bahkan yang punya HP android pun kerap kali mengaku kesulitan lantaran tidak memiliki kuota internet yang harganya tidak murah di kondisi ekonomi yang tengah dilanda wabah Covid-19 saat ini.

Seperti yang diungkapkan salah satu orang tua siswa di Kabupaten Lebong, dirinya mengaku kesulitan di kondisi Covid-19 ini. Dia mengaku anaknya sering ketinggalan materi pembelajaran dari sekolahnya. Hal itu dilatarbelakangi kesulitan/tak mampu untuk membeli paket data internet sehingga anaknya tidak bisa mengikuti materi pelajaran.

“Kapan bisa sekolah seperti biasa? Jangan berlama-lama seperti ini bisa bodoh semua anak-anak kita. Jangankan untuk beli kuota internet, untuk makan saja kami susah,”keluhnya.

Di tempat berbeda ada pula beberapa siswa yang mengaku pernah dikasih kartu perdana yang berisi paket data internet dari pihak sekolah. Tapi hanya sebatas itu saja, selanjutnya kuota internet harus beli sendiri.

“Pernah dari sekolah ngasih kartu perdana yang berisi kuota internet, tapi setelah kuota internetnya habis kita harus beli sendiri paket datanya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Lebong, Nopi Epi Puspita, M.Pd, menyampaikan, untuk sekolah yang dia pimpin pihaknya juga menerapkan sistem BDR, ada yang daring dan ada pula yang luring. Dia juga mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan provider XL untuk memenuhi kebutuhan kuota internet para peserta didiknya. Bagi peserta didik yang punya HP android akan dibagikan Kartu perdana yang berisi paket internet yang dapat digunakan untuk menerima materi pembelajaran dari sekolah.

“Kita kerjasama dengan XL, anak-anak yang punya HP android kita bagikan kartu perdana yang berisi paket internet. Tapi untuk kedepan kita belum tahu, apakah kuota internetnya tetap akan dibantu atau tidak,” terangnya Jumat (15/1/2021).

Dilanjutkannya, untuk siswa yang tidak punya HP android pihaknya menerapkan sistem belajar luring. Materi pembelajaran bisa diambil langsung ke sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Untuk yang tidak punya HP kita jadwalkan untuk mengambil materi pembelajaran ke sekolah langsung. Saya belum tahu sistem BDR ini diterapkan sampai kapan, kita tetap tunggu instruksi,” tuturnya. (Pls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here