Kembalikan TGR, Perkara Pasar Pelabuhan Talang Leak Tetap Lanjut

0
776
Perkara pasar Pelabuhan Talang Leak

GO BENGKULU, LEBONG – Terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan kontruksi fisik Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak yang menyeret 2 tersangka, yakni, SY dan RF, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebong, Fadil Regan, SH., MH, melalui Kasi Pidsus, Ronald Thomas Mendrofa, SH, mengatakan, untuk saat ini perkara tersebut masih berproses. Pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP untuk mengetahui Kerugian Negara (KN) secara detail. Dia mengatakan, surat tugas tim BPKP sudah turun sejak 22 September untuk 1 bulan hingga 23 Oktober mendatang.

“Jika hasil auditnya keluar, maka LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) nya akan kita limpahkan ke Jaksa peneliti, jika sudah lengkap maka akan diterbitkan P21 untuk dilimpahkan,” kata Ronald, saat dibincangi awak gobengkulu.com, Kamis (8/10) sore.

Dia menjelaskan, ditetapkannya 2 tersangka tersebut berdasarkan LHP BPK RI melalui Kementerian Perdagangan tahun 2019 lalu. Dari LHP tersebut ternyata ada TGR senilai Rp 393 juta, dan diberikan waktu selama 60 hari sejak dikeluarkannya LHP untuk ditindaklanjut.

Tapi sayangnya, lanjut Ronald, yang bersangkutan tak kunjung menyelesaikan kewajibannya, sehingga dilakukan penyelidikan, kemudian naik ke penyidikan dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Dasar penetapan tersang kedua orang tersebut (SY dan RF, red) berdasarkan LHP BPK RI tahun 2019 lalu yang tak kunjung diselesaikan. Kemudian keterangan beberapa saksi, dsn surat keterangan dari ahli kontruksi yang menjelaskan pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi,” terang Ronald.

Lebih jauh Ronald membeberkan, sebenarnya tersangka sudah mengembalikan TGR temuan BPK RI senilai Rp 393 juta itu, hanya saja uang tersebut disetorkan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, lanjut Ronald, tersangka memang sudah membuat surat kesanggupan untuk menyelesaikan TGR, tapi di dalam surat kesanggupan tersebut beliau (tsk) menyatakan akan menyelesaikan secara bertahap dalam beberapa tahun. Setelah dilakukan penyelidikan selama 30 hari, belum juga ada pengembalian, kemudian perkaranya dinaikkan statusnya ke penyidikan selama 30 hari berikutnya tapi belum juga ada pengembalian sehingga keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita sudah menyita uang yang diduga hasil dari korupsi mereka senilai Rp 393 juta dan sudah dititipkan di rekening penerimaan Negara. Tapi dengan mengembalikan uang bukan berarti bisa mempengaruhi status tersangkanya, itu hanya bagian dari penyidiakan. Karean di dalam penyidikan apa pun yang diserahkan tersangka baik berupa uang atau pun apa akan kita sita untuk dijadikan sebagai alat bukti,” bebernya.

Untuk diketahui, SY dan RF ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi yang dilakukannya pada proyek pekerjaan kontruksi fisik Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak tahun 2018 lalu. SY adalah mantan Kepala Dinas Perindagkop-UKM Lebong tahun 2018 dan bertindak sebagai PA (Pengguna Anggaran) dalam kegiatan Pembangunan Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak. Sementara RF merupakan Kontraktor PT. Awoh Ing Karya, yang mengerjakan fisik pekerjaan tersebut. (YF)

Baca juga:

Mantan Kadis Perindagkop-UKM Lebong Ditetapkan Tersangka

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here