/
/
advetorialheadlineLebong

Melalui Program TMMD, Pemkab Lebong Retas Keterisoliran Sungai Lisai

116
×

Melalui Program TMMD, Pemkab Lebong Retas Keterisoliran Sungai Lisai

Sebarkan artikel ini
TMMD

GO BENGKULU, LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong tampaknya serius mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya, salah satunya dengan pemerataan pembangunan. Pemkab Lebong bertekad tidak ada lagi daerah di wilayahnya yang terisolir baik di bidang pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan lainnya. Dari 93 Desa yang ada di Kabupaten Lebong, hanya tinggal 1desa saja yang masih tergolong Desa terisolir, yakni, Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis.

Desa Sungai Lisai adalah salah satu desa di Kabupaten Lebong yang terletak di dalam kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Sebelat) dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Merangin, Jambi. Sempat terisolir selama 40 tahun, akhirnya Pemerintah Kabupaten Lebong berhasil menjalin PKS (Perjanjian Kerjasama) dengan Kementerian Kehutanan untuk membangun akses jalan menuju Desa tersebut. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, 1 tahun setelah dilakukannya PKS, Pemkab Lebong langsung beraksi dan mengucurkan anggaran senilai Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBD tahun anggran 2019, untuk membuka keterisoliran desa yang berada di Ujung Utara Kabupaten Lebong itu.

Sadar dengan kemampuan dan keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Lebong tidak ingin kerja sendiri. Pemerintah Kabupaten Lebong bekerjasama dengan TNI (Tentara Nasional Indonesia) melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Dengan keterbatasan anggaran dan medan yang cukup berat TNI bersama masyarakat setempat berhasil membuka badan jalan dan mempermudah akses desa menuju pusat kota Kabupaten Lebong. Anggaran senilai Rp 1,2 miliar itu berhasil membangun jalan dari Desa Sebelat Ulu menuju Desa Sungai Lisai sepanjang 15 kilometer dengan lebar 2 meter.

Walaupun belum sempurna ternyata program tersebut cukup menyentuh masyarakat dan memberi manfaat besar bagi masyarakat setempat dan Pemerintah Kabupaten Lebong. Desa yang dulunya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dengan menguras waktu kurang lebih 6 jam, sekarang sudah bisa ditempuh dengan kendaran roda dua dan hanya butuh waktu 2 jam saja.

Tak ingin terputus hanya sampai di situ, di tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Lebong kembali mengucurkan anggaran senilai Rp 1,5 miliar untuk membangun dua desa tertingal yang berada di Kecamatan Pinang Belapis itu. Di tahun ke-2 pasca PKS, Pemerintah Kabupaten Lebong kembali bekerjasama dengan TNI melalui program TMMD ke 109 yang dimulai sejak tanggal 22 September dan berakhir tanggal 21 Oktober 2019.

“Kami komitmen akan membangun Kabupaten Lebong ini secara merata hingga ke pelosok. Melalui program TMMD ke-109 ini kita yakin akan memberi manfaat bagi masyarakat, baik di bidang infrastruktur maupun suprastruktur. Bukan hanya sampai di sini, di RAPBD tahun 2021 kami juga sudah usulkan anggaran senilai Rp 2,5 miliar untuk 2 Desa ini,” ujar Pjs Bupati Lebong, Herwan Antoni, saat mendampingi tim Wasev ke lokasi TMMD di Desa Sebelat Ulu, Rabu (7/10).

Menariknya, program TMMD ke-109 di Kabupaten Lebong ini ditinjau langsung oleh Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Wadan Pusterad), Mayor Jenderal TNI. Bambang Ismawan, SE., MM bersama tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev).

Dalam sambutannya Jendral bintang dua ini mengatakan, suatu kehormatan baginya dapat menyaksikan langsung prajurti-prajurit yang sedang bekerja, sehingga dirinya bisa mengetahui langsung apa saja kendala yang dihadapi di lapangan dan dicarikan solusinya agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Dia juga mengaku, dari sekian banyak lokasi TMMD yang dia kunjungi, lokasi di Kabupaten Lebong ini merupakan salah satu lokasi yang sulit yang pernah dikunjunginya, karena medannya yang sulit dan juga saat ini kondisi cuaca yang kurang bersahabat sehingga harus ada upaya-upaya ekstra.

“Dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini memang tidak mudah. Kita harus punya strategi khusus dan upaya-upaya ekstra untuk menyelesaikan pekerjaan. Tapi saya yakin dengan kerjasama yang baik dan sinergitas dengan masyarakat dan juga Polri pekerjaan tidak akan terasa berat dan akan selesai tepat waktu,” tutur Bambang.

Sementara itu, Ketua Satgas TMMD, Letkol. Sigit Purwoko, dalam laporannya beliau menyampaikan, TMMD ke-109 di Desa Sebelat Ulu dan Desa Sungai Lisai akan berlangsung selama 30 hari. Targetnya ada dua yakni, target fisik dan non fisik. Target fisik meliputi, pengecoran jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 2 meter, dan saat ini progresnya sudah mencapai 50 persen. Pembuatan 2 unit pos kamling yang terletak di Desa Sungai Lisai dan Desa Sebelat Ulu. Kemudian, perehapan masjid di Desa Sungai Lisai dan Desa Sebelat Ulu, pembuatan flat deuker sebanyak 3 unit, 1 unit sudah dikerjakan, 1 unit masih tahap pengerjaan, dan 1 unit lagi belum dikerjakan. Ada pula pembuatan jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 2 meter yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil pertaniannya.

“Harapan kita kedepan, dengan akses yang mudah dilalui perekonomian warga masyarakat Desa Sebelat Ulu dan Desa Sungai Lisai akan meningkat dan akan menjadi desa tujuan wisata,” kata Sigit.

Lalu sasaran non fisik, lanjut Sigit, yakni memberi penyuluhan kepada masyarakat, seperti, penyuluhan tentang Bela Negara, hukum, narkoba, Pertanian, wawasan Kebangsaan, KB Kesehatan, Pemberdayaan masyarakat, dan Bahaya karhutla.

“Kendati cuaca kurang mendukung, tapi kita targetkan semua akan selesai tepat waktu. Kami tidak akan kenal lelah jika itu untuk masyarakat,” tandas Sigit.

Dalam acara kunjungan Wadan Pusterad dan Wasev ke lokasi TMMD di Desa Sungai Lisai hari itu tampak hadir, Irdam II/SWJ Brigjen TNI Henra Hari Sutaryo, Danrem 041/Gamas. Brigjend TNI Yanuar Adil, Kasiter korem 041/Gamas Kol.Inf M. Herry Subagyo,Dandim 0409/RL.Letkol Inf Sigit Purwoko, Pabandia Bakti TNI Sterdam II/SWJ Mayor Inf Jemmy Sitorustua sitorus,Paban Bakti pusterad TNI Mayor inf Restu. Selain itu dari unsur FKPD Lebong, hadir langsung Pjs Bupati Lebong Herwan Antoni, Kapolres Lebong AKBP.Ichsan Nur, Kajari Lebong Fadil Regan dan sejumlah kepala OPD, Camat Pinang Belapis serta Kades Sebelat Ulu dan Kades Sungai Lisai. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *