/
/
headlineLebong

Hampir di Penghujung Tahun, DD Tahap I Desa Gandung Belum Cair

108
×

Hampir di Penghujung Tahun, DD Tahap I Desa Gandung Belum Cair

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang PMD, Eko Budi Santoso, SP., M. Eng

GO BENGKULU, LEBONG – Kendati sudah di penghujung triwulan III, tahun anggaran 2020 salah satu desa di Kabupaten Lebong belum juga bisa melakukan penarikan Dana Desanya, yakni Desa Gandung, Kecamatan Lebong Utara. Hal itu disebabkan belum dievaluasinya laporan desa tersebut tahun anggaran 2019 oleh pihak Kecamatan. Belum dievaluasinya laporan tersebut lantaran diduga Kades Gandung melakukan penarikan dan penggunaan SILPA tahun anggaran 2019 sebelum RAPBDes dievaluasi oleh pihak Kecamatan dan diduga SILPA yang sudah ditarik sekitar Rp 300 jutaan tidak digunakan untuk pembiayaan pekerjaan yang belum terselesaikan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas PMD-Sos Lebong, Reko Haryanto, S. Sos., M. Si, melalui Kepala Bidang PMD, Eko Budi Santoso, SP., M. Eng, tidak menampik akan hal itu. Eko membenarkan hanya Desa Gandung yang belum mencairkan DD ADD tahap I tahun anggaran 2020. Dia menyebut, pihaknya tidak berani mengeluarkan rekomendasi untuk pencairan DD ADD tahap I tahun 2020 desa tersebut lantaran belum adanya laporan kegiatan tahun sebelumnya (2019, red).

“Laporan tahun 2019 lalu mereka belum dievaluasi oleh pihak kecamatan, jadi kami tidak berani mengeluarkan merekomendasikan untuk pencairan DD ADD nya,” ungkap Eko.

Terkait hal itu Eko mengaku sudah pernah mengundang pihak-pihak terkait untuk menggelar rapat membahas permasalahan yang tengah dihadapi Desa Gandung itu, mulai dari Kepala Desa Gandung, BPD, Bappeda, Asisten I dan Inspektorat. Namun sayang, 3 kali menggelar rapat belum juga ditemui titik terang. Bahkan sangat disayangkan pihak Inspektorat yang semestinya punya fungsi pengawasan tidak pernah hadir di dalam rapat tersebut.

“Kami sudah 3 kali gelar rapat membahas terkait Desa Gandung ini tapi belum juga menemui titik terang. Sayangnya juga pihak Inspektorat berapa kali kami undang tidak pernah datang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gandung, Rahmad Kurniadi, dalam suratnya yang ditujukan ke Bupati Lebong, cq Sekda Lebong tertanggal 01 September 2020, beliau menyatakan tidak sanggup untuk mengembalikan SILPA DD tahun 2019 yang sudah ditarik olehnya ke Rekening Kas Desa Gandung karena sebagian besar dari dana tersebut sudah terpakai untuk kegiatan fisik maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dia juga mengaku tidak tahu mengenai penarikan dana SILPA di atas 30 persen harus melalui evaluasi dari pihak Kecamatan, dan dia mengaku belum pernah mendapat sosialisasi ataupun Bimtek terkait Permendagri nomor 20 tahun 2018 dan PMK nomor 205 tahun 2019.

“Yang kami tahu setelah dilakukannya kesepakatan bersama pada bulan Oktober difasilitasi PMD-Sos, TA, Pendamping, pihak Kecamatan Lebong Utara, Pemerintah Desa Gandung mengenai DD tahap III sebesar 40 persen tahun 2019. Agar Desa Gandung menyalurkan ADD saja dan untuk DD tahap III disilpakan agara dapat dilaksanakan pada TA 2020 dan dianggarakan kembali ke RAPDes dan RKPDes TA 2020. Maka pada tanggal 04 Januari 2020 kami melaksanakan Musdes RAPDes dan RKPDes yang telah disahkan oleh BPD pada tanggal 25 Februari 2020,” sampainya

Dalam surat tersebut beliau juga meminta dilakukan audit agar dapat meringankan bebannya terkait pengembalian Dana SILPA yang menjadi pokok permasalahan belum dievaluasinya dokumen APBDes Gandung tahun 2020.

“Saya minta kepada APIP agar dapat melakukan audit terkait dana silpa yang sudah saya realisasikan agar dapat meringankan beban saya dalam mengembalikan Dana SILPA yang menjadi pokok permasalahan belum dievaluasinya dokumen APBDes Gandung tahun 2020,” tandasnya.

Di lain tempat, Inspektur Inspektorat Lebong Jauhari Candra, SP., M. Si, ketika dikonfirmasi terkait permasalahan yang tengah dihadapi Desa Gandung, dia menyebut selama ini pihaknya sudah menyarankan agar diselesaikan di internal mereka (desa, red) saja. Dia mengaku baru mendapat surat dari Sekda hari ini, Kamis (3/9).

Menariknya Jauhari mengaku baru memerintahkan kepada Irban I untuk mempelajari aturan-aturan terkait permasalahan yang tengah dihadapi Desa Gandung itu.

“Mudah-mudahan kalau kawan-kawan tidak repot dan setelah aturan mereka dapat, Insya Allah segera turun,” tuturnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *