/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Dibacok, Warga Lebong Tewas Bersimbah Darah

153
×

Dibacok, Warga Lebong Tewas Bersimbah Darah

Sebarkan artikel ini

GO BENGKULU, LEBONG – Jumat malam (28/8), sekira pukul 20.30 WIB, warga Lebong digemparkan dengan tragedi berdarah yang mengakibatkan 1 nyawa melayang. Korbannya adalah Alit Sunandar (30), warga Gang Bukit Harapan, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara. Alit ditemukan tergeletak dengan kondisi bersimbah darah di Kelurahan Kampung Jawa, tepatnya di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU). Informasi terhimpun, warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sempat mendengar jeritan minta tolong. Mendengar suara teriakan, warga lalu berhamburan keluar menuju TKP dan  didapati korban sudah tergeletak dengan kondisi mengenaskan, luka bacok di kepala dan perut terurai.

Melihat kondisi korban, warga setempat berusaha membantu membawa korban ke RSUD Ujung Tanjung untuk mendapat pertolongan medis. Karena lukanya cukup parah, oleh tim medis korban dirujuk ke RSUD Curup, tapi takdir berkehendak lain, di dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terkhirnya sehingga korban dibawa kembali ke RSUD Ujung Tanjung untuk dibersihkan.

Pasca kejadian, tim Reskrim Polsek Lebong Utara dibackup tim dari Satreskrim Polres Lebong, Polda Bengkulu, langsung melakukan olah TKP dan mencari alat bukti. Dari TKP ditemukan sebilah parang yang diduga milik pelaku yang digunakan untuk menyerang korban.

Tidak butuh waktu lama, selang 3 jam tim berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial IC (41), warga Desa Nangai Tayau, Kecamatan Amen.

“Terduga pelaku sudah kita amankan dan ditangani langsung di Polres,” ujar Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.I.K, melalui Kapolsek Lebong Utara, Iptu. Denie Pamungkas Setyawan.

Diceritakan Kapolsek, dari keterangan pelaku dia mengaku nekat melakukan pembacokan terhadap korban buntut dari permasalahan sebelumnya. Sebelumnya, pelaku pernah ribut dengan adik ipar korban di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Lebong beberapa waktu lalu. Dia mengaku tersulut emosi lantaran ditantang duel oleh korban.

“Pengakuan pelaku pertemuannya dengan korban memang direncanakan. Awalnya rencana pertemuan itu untuk berdamai tapi lantaran sudah tersulut emosi ketika bertemu dengan korban, pelaku langsung membabi buta menyerang korban dengan menggunakan parang hingga korban mengalami luka parah hingga akhirnya meregang nyawa,” terang Kapolsek. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *