Sebelum Membunuh Korban, Tersangka “Ngibon” di Bawah Batang Kopi

0
2626

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Setelah sempat buron selama 5 hari, akhirnya tersangka pembunuh ibu rumah tangga di Desa Sosokan Baru, Kecamatan Muara Kemumu, Kepahiang, yang terjadi pada Rabu (6/5) lalu ditangkap. Tersangka diketahui berinisial Hd (23), yang tidak lain adalah tetangga korban. Hd ditangkap di Stasiun Kereta Kota Lubuk Linggau, pada Minggu malam (10/5), sekira pukul 23.00 WIB.

Diceritakan Kapolres Kepahiang, AKBP. Suparman, S.I.K, MAP, melalui Kabag.Ops. AKP. Eka Chandra, SH, MH, penangkapan tersangka bermula saat anggota mendapat informasi tersangka sedang berada di Kota Lubuk Linggau dan akan meluncur ke Tebing Tinggi. Mendapat informasi tersebut, anggota sat reskrim Polres Kepahiang bersama Polsek Bermani Ilir langsung meluncur ke Kota Lubuk Linggau untuk meringkus tersangka. Saat hendak ditangkap, tersangka sempat melawan anggota dan berusaha merebut senjata milik petugas hingga petugas terpaksa melepaskan timah panas ke arah kaki tersangka.

“Kita mendapati informasi tersangka berada di Kota Lubuk Linggau, tidak ingin kehilangan jejak tim kita langsung meluncur ke sana dan tersangka berhasil kita tangkap di Stasiun Kereta. Saat hendak ditangkap tersangka sempat melawan dan berusaha merebut senjata petugas hingga akhirnya kita lumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya,” cerita Kabag. Ops, AKP.Eka Candra, didampingi Kasat Reskrim AKP. Umar Fatah, SH, MH dan KBO Reskrim, Iptu. Joni Karter, dalam konferensi pers yang digelar Senin (11/5).

Dari pengakuan tersangka, Kabag. Ops menceritakan kronologis kejadian pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap ibu Linda warga Desa Sosokan Baru, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, yang terjadi 5 hari yang lalu itu. Diakui tersangka, sekira pukul 06.30 WIB dirinya berangkat dari rumahnya menuju tempat pemandian dengan niat ingin merampok perhiasan korban. Saat tiba di tempat pemandian tersangka melihat situasi masih rami, yakni ada 4 orang ibu-ibu yang sedang mandi dan mencuci sehingga tersangka bersembunyi terlebih dahulu sambil menunggu di perkebunan kopi tidak jauh dari tempat kejadian, sambil mengisap lem Aibon.

Selang beberapa waktu, 3 orang ibu-ibu bersama korban selesai mandi dan pulang ke rumah, sehingga korban tinggal sendiri. Saat itulah tersangka melancarkan aksinya. Tersangka mendekati korban dari arah belakang dan membekap mulut korban sembari mengancam dengan meletakkan pisau dileher korban. Terasangka mengancam korban dengan pisau sembari mengatakan “serahkan gelang kau” tapi saat itu bukannya menyerahkan gelang tapi korban malah berteriak minta tolong.

Merasa terancam dengan teriakan korban, tersangka lalu menusukkan pisau yang dipegangnya ke arah perut korban, tapi saat itu korban masih juga melawan. Lalu tersangka menusukkan pisau ke arah tangan korban berulang kali tapi tetap saja korban memberontak dengan berteriak minta tolong, hingga puncaknya tersangka menusuk dan menyayat pisau ke arah leher korban hingga nyaris putus dan korban tewas seketika.

“Sebelum melakukan aksinya, tersangka mengisap lem Aibon di bawah pohon kopi tidak jauh dari TKP. Karena korban berusaha melawan, tersangka membabi buta menusukkan pisau ke arah perut, tangan hingga leher korban. Korban ditinggakan dalam keadaan telungkup di permukaan air dengan kaki tersangkut di batu,” lanjut  Kabag menjelaskan.

Kabag juga menceritakan kronologis pelarian tersangka, usai melakukan aksinya tersangka mengambil gelang milik korban lalu melarikan diri ke Pondok salah satu saudaranya di Talang Medang Kuning, lalu melanjutkan lagi pelariannya ke Desa Warung Pojok, Kecamatan Muara Kemumu, dengan tujuan rumah saudaranya.

Merasa tercium jejaknya oleh polisi, tersangka lalu lari ke arah hutan. Pada malam harinya, tersangka berkumpul dirumah saudaranya yang lain dan ada beberapa kerabatnya yang hadir di situ. Saat itu Tersangka menceritakan terkait kejadian pembunuhan yang telah dilakukannya. Saat itu juga keluarga tersangka menyampaikan bahwa keberadaan tersangka sudah tidak aman di Desa Warung Pojok, lalu tersangka diantar ke Kota Padang. Dari kota Padang tersangka menumpangi kendaraan umum menuju Kota Lubuk Linggau dengan niat akan melarikan diri ke Palembang.

“Tempo 24 jam, tim Reskrim sudah mengantongi identitas tersangka, namun saat itu tersangka melarikan diri. Perburuan terhadap tersangka terus dilakukan. Beberapa lokasi yang diduga tempat persembunyian tersangka kita sergap. Diantaranya pondok kebun di petalangan dan di Kawasan Warung Pojok. Terakhir kita mendapat informasi, tersangka melarikan diri ke arah Kota Padang, Rejang Lebong untuk naik kereta menuju Kota Palembang. Akhirnya tersangka berhasil ditangkap di Stasiun Kereta Api, Lubuklinggau,” demikian Kabag Ops. (OJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here