Pemkab Kepahiang Gelar Evalusasi Tim Penanganan Covid-19

0
237

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Bertempat di halaman Kantor Bupati Kepahiang, Rabu (06/05/2020) diselenggarakan kegiatan evaluasi pelaksanaan kerja Gugus Tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid19), Kabupaten Kepahiang.

Disampaikan juru bicara gugus tugas Tajri Fauzan, saat ini kebutuhan yang mendesak dalam pelaksanaan percepatan penanganan covid 19 adalah pengadaan rapid test, dimana dari jumlah 280 pcs rapid test yang dimiliki saat ini sudah 185 pcs yang terpakai. Menurutnya, dengan pemenuhan kebutuhan rapid test maka pemetaan terhadap penanganan covid19 ini akan dapat dilakukan. Lebih dari itu juga dapat memberikan kenyamanan bagi tenaga kesehatan yang bertugas.

“Usulan terhadap kebutuhan rapid test sudah kita ajukan,harapannya dengan rapid test ini kita dapat segera petakan kasus-kasus reaktif sehingga dapat memutus penyebaran covid19 di tahap awal,” sampai Tajri.

Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua DPRD Kepahiang, Windra Purnawan, SP. Dalam kesempatan itu Windra memberi apresiasi terhadap pelaksaan tugas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepahiang. Terkait pemenuhan jaring pengaman sosial (bantuan sembako), Windra berharap ada penambahan yang diberikan kepada masyarakat, setidaknya dapat menyentuh 50 persen masyarakat Kabupaten Kepahiang.

“Saat ini Pemkab Kepahiang sudah menyerahkan jaring pengaman sosial sebanyak 12 ribu KK, dan ini harus ditambah lagi setidaknya kita berikan 50% jumlah KK yang ada di Kabupaten Kepahiang. Saat ini Kabupaten Kepahiang memiliki 50 ribu KK, ke depan diharapkan Pemkab dapat memberikan sedikitnya kepada 25 ribu KK dan kalau memungkinkan dapat diberikan seluruhnya, karena kata kuncinya dampak Covid-19 bukan masyarakat tidak mampu saja,” beber Windra.

Ditambahkan Bupati,  Dr.Hidayatullah Sjahid, MM., IPU, dalam pelaksanaan tugas penanganan Covid-19 agar dapat terus ditingkatkan terutama efisiensi. Efisien dimaksud, dalam pelaksanaan tugas penanganan Covid-19 harus sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan baik kebutuhan tenaga kesehatan, kebutuhan fasilitas dan kebutuhan operasional, hal itu akan terus dipenuhi.

“Saya berharap kita semua dapat bekerjasama dalam rangka menghentikan penyebaran covid19 ini,terkait jaring pengaman sosial selagi itu benar-benar sesuai kebutuhan akan kita penuhi,” kata bupati.

Terkait penduduk yang tidak memiliki KTP, bupati minta kepada para camat untuk segera menyelesaikan. Saat ini Masing masing desa juga sudah mengusulkan kebutuhan BLT (Bantuan Langsung Tunai) melalui Dana Desa. Bupati berharap, penyaluran bantuan dapat benar-benar maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ayo kita terus bekerja dengan baik, benar, cepat dan berintegritas, sehingga masyarakat kita juga dapat merasakan manfaatnya dan mengerti akan kedisiplinan. Mari kita bersama-sama memutus mata rantai Covid-19 ini, mari kita jadikan tugas ini sebagai ibadah,” tuturnya. (OJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here