/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Diduga Oknum Kepala Bank Daerah di Kabupaten Lebong Sebar Berita Hoax

89
×

Diduga Oknum Kepala Bank Daerah di Kabupaten Lebong Sebar Berita Hoax

Sebarkan artikel ini

GO BENGKULU, LEBONG – Menyikapi penyebaran Covid-19 yang tengah heboh sekarang ini, masyarakat dituntut untuk bijak dalam bertindak, terlebih lagi dalam menyikapi informasi yang belum jelas sumbernya darimana. Masyarakat juga dituntut agar tetap tenang, waspada dan membangun optimisme agar dapat segera memutus rantai penyebaran virus yang diketahui berasal dari Negeri Wuhan itu. Tapi tidak begitu dengan sosok satu ini, Sf alias Ij, seorang pejabat salah satu Bank Daerah di Provinsi Bengkulu yang bertugas di Kabupaten Lebong, beliau nekat tanpa berpikir panjang menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya terkait wabah Covid-19. Terlebih lagi informasi yang disebarkannya itu dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam postingannya di salah satu grup Whatshapp “LEBONG TERKINI” Ij memposting informasi yang menjelaskan bakal ada serangan Covid-19  di daerah Lubuk Linggau, bahkan di dalam pesan tersebut beliau dengan terang-terangan menyebut nama pasien positif Covid-19, bahkan dia menyebut jumlahnya mencapai 20 orang.

mhn doa,kemungkinan Linggau akan mmbludak positive covid19..mgkn sktr 20 an trmsk istri kak Adi 11 kepala Samsat Llg yuk Rizki dokter spesialist peyakit dlm di Ar Bunda Llg yg terpapar pasien dr bidan Muratara yg sdh meninggal hari senin kmrn..bidan tsb menularkan 3 dokter spesialist n 20an perawat Siloam Llg n Ar Bunda Llg..sementara sdh 5 positive akn tetapi mmg blm drealise olh Prov tp hsl nya sdh..ini Musibah kami,mhn doa semua nya.n utk rekan2 yg dLlg jg dlu ke RS bunda n siloam…krn terpapar dr tgl 5 april kmrn n dokter it msh buka praktek n kerja drmh2 skt tsb..bidan tsb dkubur pun tdk menggunakan prokol medis n dkubur scr biasa..tdk dbungkus dll oleh keluarga nya.ini msh dtracking jejak semua nya trmksh keluarga n tetangga2.rekan2 muratara juga bidan tsb mmbuka rmh mkn ddaerah Muara Rupit jd bnr2 hati2 krn MUSUH kita tdk kelihatan!!!!! mhn doa🙏,” tulis Ij dalam grup Whatshapp LEBONG TERKINI, Sabtu (18/4), pukul 09.38 WIB.

Menanggapi informasi yang disebarkannya itu, beberapa awak media yang tergabung dalam grup tersebut mencoba konfirmasi terkait kebenaran informasi yang disampaikannya itu, tapi Ij tak kunjung berkomentar ataupun menjawab konfirmasi terbuka para awak media melalui grup tersebut. Selang beberapa waktu setelah sempat ramai, akhirnya Ij menghapus pesan yang dikirimnya terkait penyebaran Covid-19 itu, dan Ij juga mengirim pesan permintaan maaf atas postingannya.

Maaf kawan2 sekalian…td aku dapat dr group sebelah..dr group team Covid 19 lebong…maaf 🙏🙏,” tulisnya kembali setelah sempat ramai di dalam grup tersebut, sekira pukul 10.46 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, SKM, dikonfirmasi terkait informasi yang disampaikan Ij, Rachman sepertinya tak ingin berkomentar banyak, beliau hanya mengimbau jangan mudah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya.

Data release dari prov yg valid, Kadang hoax yg beredar, Kadang mudah nian org share berita yg blm tentu kebenarannyo,” jawab Rachman via pesan Whatsapp.

Sementara itu ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebong, Muharsita Delda Tasti, S.I.P, sangat menyayangkan atas apa yang telah dilakukan oleh salah seorang Pincab perbankan di Kabupaten Lebong.

“Seharusnya benar atau tidaknya informasi yang didapat, seorang Pincab harus bisa memilah atau menyaring apakah info yang akan ia bagikan benar atau tidak,” ujarnya

Dilanjutkannya, saat ini pemerintah pusat dan daerah telah meminta kepada semua orang agar selalu membangun optimisme dalam perang melawan Covid-19. Salah satunya menyampaikan informasi yang akurat dan tidak hoax, untuk membangun stigma positif di tengah-tengah masyarakat.

“Jangan malah kita yang membuat atau menyebar berita hoax dan ini harus menjadi pelajaran kita semua, agar selalu berhati-hati dalam menyampaikan pemberitan,” tutupnya. (YF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *