KPM PKH Terima Uang Sesuai Komponen

0
348
Kadis Sosial Rejang Lebong, Zulfan Efendi

GO BENGKULU, REJANG LEBONG – Salah satu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Program keluarga harapan adalah program pemerintah yang dikucurkan melalui Kementrian Sosial berupa uang tunai yang dibayarkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). KPM dimaksud adalah keluarga prasejahtera yang memiliki komponen yang termasuk ke dalam program PKH, meliputi, ibu hamil, balita, anak sekolah, disabilitas, lansia dan orang terlantar. Jadi setiap keluarga prasejahtera belum tentu menjadi KPM PKH.

“Tidak setiap keluarga prasejahtera menjadi KPM PKH, karena KPM PKH adalah keluarga prasejahtera yang mempunyai komponen dimaksud,” demikian dijelaskan Kepala Dinas Sosial, Zulfan Efendi, SE., MM, ketika dikonfirmasi awak gobengkulu.com Senin (23/3).

Dijelaskankannya, setiap KPM PKH menerima uang sesuai dengan komponen yang mereka milliki. Artinya, setiap KPM PKH belum tentu menerima nominal uang yang sama. Dia menjelaskan setiap KPM PKH hanya berhak menerima 4 komponen diambil dari komponen yang nilainya paling tinggi. Untuk komponen ibu hamil nilainya Rp3jt per tahun, berhak menerima sampai dengan hamil ke dua. Untuk balita nilainya Rp3jt per tahun maksimal dihitung dua anak. Anak sekolah nilainya bervarisi, untuk tingkat SD Rp 900ribu  per tahun, SMP Rp 1,5jt pertahun sedangkan SMA nilainya Rp 2 jt per tahun.  Kemudian untuk lansia ditanggung 1 orang dalam satu KPM, nilainya Rp2,4jt per tahun,  sementara untuk disabilitas berat nilainya Rp2,4jt per tahun.

“Nilai yang diterima masing-masing KPM nilainya tidak sama tergantung komponen yang ada di KPM itu,” jelasnya.

Dilanjutkan Zulfan, untuk di Kabupaten Rejang Lebong sendiri jumlah KPM di tahun 2020 mencapai 11982 KPM. Dia juga berharap kepada KPM agar bisa keluar dari keluarga prasejahtera dan tidak termasuk ke dalam KPM PKH. Dengan demikian, tujuan dari program yang dikucurkan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dianggap berhasil.

“Diharapkan setiap tahap ada graduasi mandiri, dengan demikian berarti ada perbaikan ekonomi di KPM itu sendiri. Artinya program yang kita jalankan itu berhasil,” pungkasnya.(Jeo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here