Kering di Musim Hujan, PDAM Kepahiang Dilaporkan ke DPRD

0
174

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Kekeringan di musim pengujan itulah yang dialami warga Mandi Angin, Kelurahan Pasar Kepahiang, bagaimana tidak sudah hampir 1 bulan lebih ledeng (air PDAM) warga setempat tidak mengalir. Kondisi demikian itu membuat warga geram dan memilih mengadu ke DPRD setempat. Menyikapi itu, DPRD mengundang warga Mandi Angin dan pihak PDAM Tirta Alami, untuk duduk bersama mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Dalam rapat dengar Pendapat (RDP) yang digelar Selasa (11/2), salah satu warga kelurahan Pasar Kepahiang, Bagindo Mayusir, menyampaikan, sebelum mengadu ke DPRD pihaknya sudah menyampaikan keluhannya ke pihak PDAM, tapi sangat disayangkan keluhan yang disampaikan tidak pernah ditanggapi oleh pihak PDAM.

“Kami sudah berapa kali sampaikan keluhan kami ini ke pihak PDAM, tapi apa yang kami dapat, keluhan kami tidak pernah dianggap bagaikan angin lalu oleh pihak PDAM,” sampainya.

Diapun bercerita, sudah hampir satu bulan lebih rumah warga Mandi Angin mengalami kekeringan dan terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hampir 70 persen dari kami warga Mandi Angin saat ini terpaksa beli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Malalui rapat ini kami ingin kepastian dari Direktur kapan air bisa mengalir ke rumah kami. Kalau air ada kami pasti bayar,” tegasnya.

Lucunya, di musim penghujan ini Direktur PDAM Tirta Alami, Sudarmin, SH, mengaku air sering mati lantaran debit air saat ini memang sedang kecil, tambah lagi pertumbuhan penduduk semakin padat sehinga pihaknya terpaksa harus memberlakukan sistem buka tutup.

“Saat ini debit air memang sedang kecil tambah lagi jumlah penduduk sudah padat sehingga kami terpaksa melakukan sistem buka tutup. Kami minta waktu 2 minggu untuk menyelesaikan masalah ini, dan tidak menutup kemungkinan akan selesai dalam satu dua hari ini,” sampainya.

Menyikapi pernyataan dari kedua belah pihak itu, wakil ketua komisi III, Candra, yang turut hadir saat itu kembali mengingatkan kepada pihak PDAM bahwasanya air merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari dan sifatnya sangat urgent. Apa lagi menurutnya masyarakat di daerah perkotaan kesulitan untuk mendapat sumber air lain dan hanya mengandalkan air PDAM.

“Kami harap ini menjadi perhatian dari pihak PDAM, tolong tangani secepat mungkin, terkusus daerah perkotaan yang sama-sama kita ketahui kesulitan sumber air lain selain PDAM, karena mereka tidak ada tempat untuk membuat sumur dan jauh dari sungai,” sampainya.

RDP yang digelar siang itu dihadiri anggota komisi III DPRD bersama anggota Hendri,A.Md, Hj. Dwi Pratiwi, Wansah,Okta Sinopa,S.Ip, Hamdan Sanusi,S.Sos, Direktur PDAM Sudarmin,SH, Kabid Pekerjaan Umum Fikri, Bagian Perekonomian Setda dan Warga Masyarakat Mandi Angin Kelurahan Pasar Kepahiang. (OJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here