/
/
headlinekepahiang

Kajian UNIB Selesai, Pembebasan Lahan Opsi Terakhir

134
×

Kajian UNIB Selesai, Pembebasan Lahan Opsi Terakhir

Sebarkan artikel ini
Manager PT PLN (Persero) UPDK Bengkulu, I Nyoman Buda

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Salah satu tuntutan warga Desa Air Hitam dan Tanjung Alam, Kecamatan Ujan Mas, kepada PLTA Musi adalah ganti untung dan pembebasan lahan warga yang terdampak banjir, yang diklaim warga setempat dampak dari adanya bendungan PLTA Musi. Namun sepertinya masyarakat setempat belum akan mendapatkan itu, karena pembebasan lahan adalah langkah terakhir yang akan diambil pihak PLTA setelah beberapa upaya yang dilakukan tidak berhasil.

Seperti yang disampaikan oleh Manager PT PLN (Persero) UPDK Bengkulu, I Nyoman Buda, ketika dikonfirmasi Rabu (27/2). Dikatakannya, dari hasil kajian banjir yang dilakukan oleh pihak UNIB di dua desa tersebut ada beberapa rekomendasi dan opsi yang bisa dilakukan untuk pencegahan banjir. Dari beberapa rekomendasi itu, pihaknya akan melakukan rekomendasi yang paling memungkinkan sesuai dengan tahapan prioritas yang bisa dilakukan saat ini. Untuk langkah awal pihaknya akan memasang indikator level air untuk memonitor ketinggian air. Fungsiya,  jelas Nyoman, apabila air naik dan sudah mencapai level tidak aman, masyarakat bisa segera koordinasi ke petugas agar segera dilakukan percepatan di pintu air untuk menjaga kestabilan ketinggian air.

“Banyak rekomendasi yang bisa dilakukan, untuk langkah awal kami akan memasang indikator level air, jadi ketika air naik kondisinya bisa langsung termonitor dan bisa langsung koordinasi dengan petugas untuk segera mengambil tindakan percepatan di pintu air,” ujarnya.

Itu upaya awal, lanjut Nyoman, jika langkah tersebut belum berhasil juga pihaknya akan mengambil langkah berikutnya yakni pengerukan alur sungai. Setelah dilakukan pengerukan tapi banjir masih terjadi juga, masih ada upaya lain yang bisa dilakukan yakni pelebaran alur sungai atau peninggian tanggul sungai. Jika langkah pertama, ke dua dan semuanya sudah dilakukan tapi banjir masih terjadi juga, barulah pihaknya akan melakukan langkah terakhir yakni melakukan pembebasan lahan warga terdampak. Menurutnya, untuk melakukan pembebasan lahan prosesnya tidak mudah dan banyak tahapan yang harus ditempuh.

“Kita akan lakukan upaya-upaya, jika semua upaya yang dilakukan tidak berhasil barulah kita akan mengambil langkah terakhir yakni, melakukan pembebasan lahan warga terdampak, kerena untuk melakukan pembebasan lahan prosesnya tidak mudah,” terang Nyoman.

Lebih jauh I Nyoman menyampaikan, hasil kajian UNIB sudah disampaikan ke pihaknya, rencanya akan dipaparkan di awal bulan Maret ini.

“Kita masih mensinkronkan jadwal kita dengan semua pihak terkait, DPRD, Pemkab Kepahiang dan tim dari UNIB, jika semua sama-sama siap, maka akan segera kita gelar, mungkin di awal atau pertengahan Maret,” tutupnya.

(OJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *