Kajian UNIB Tak Kunjung Dirilis, PLTA Musi Kembali Tebar Janji

0
375

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Hampir 2 bulan berlalu janji hanya tinggal janji, PLTA Musi belum juga bisa menunjukkan hasil kajian dari Universitas Bengkulu (Unib) terkait penyebab banjir yang kerap terjadi dan mengggenani dua Desa di Kecamatan Ujan Mas, yakni, Desa Tanjung Alam dan Desa Air Hitam.

Sebelumnya pada tanggal 4 Desember 2019 lalu pernah digelar Rapat dengar Pendapat antara warga dua desa tersebut dan pihak PLTA Musi bersama DPRD Kabupaten Kepahiang. Dalam rapat tersebut didapati beberapa kesepakatan, di antaranya warga menuntut ganti untung dampak dari banjir yang kerap melanda desanya yang mengakibatkan kerusakan dan kerugian materil bagi warga setempat. Warga menuding banjir yang kerap terjadi dampak dari bendungan yang dibangun PLTA Musi.

Sementara, pihak PLTA Musi menepis tudingan tersebut dengan berbagai alibi. Tak ingin memberikan alasan tak berdasar pihak PLTA lalu mempercayai tim peneliti dari Universitas Bengkulu untuk melakukan kajian terkait banjir yang kerap menggenangi dua desa tersebut. Bahkan pihak PLTA menyatakan akan mengikuti apa saja hasil dari kajian yang dirilis oleh pihak UNIB nantinya, termsuk salah satu tuntutan warga terkait ganti untung dan relokasi lahan warga.

Namun sayangnya seusai di gelar RDP sekira 2 bulan lalu hingga hari ini pihak PLTA belum juga bisa menunjukkan kepada Pemkab Kepahiang, DPRD dan publik terkait hasil kajian dari pihak UNIB yang selalu mereka sebutkan akan keluar dalam waktu dekat itu. Bahkan DPRD Kabupaten Kepahiang pada tanggal 20 Desember 2019 lalu pernah memberi tenggat waktu seminggu kepada pihak PLTA untuk memaparkan hasil kajian dimaksud.

“Kita sangat menyayangkan kelalaian dari pihak PLTA, hingga hari ini belum bisa menunjukkan kajian dari UNIB yang selalu menjadi alasan mereka itu. Kalau memang ada kajian dari UNIB terkait banjir itu tolong tunjukkan ke kita, masyarakat juga ingin tahu. Jangan digantung nasip masyarkat, kalau memang ada tolong tunjukan, kalau tidak ada tolong ambil tindakan apa yang semestinya, jangan diam ajalah, masyarakat tidak boleh dirugikan,” ungkap Windra, ketika dikonfirmasi awak gobengkulu, Senin (10/20).

Windra juga mengatakan, pihaknya akan menyurati PLTA kembali jika tidak ada keputusan dalam waktu dekat ini.

 “Kita tunggu dalam waktu dekat, jika tidak ada kepastian kita akan panggil kembali pihak PLTA mempertanyakan hal ini,” tutup Windra.

Sementara manejer PLTA Musi, Martin Wahyunus, dikonfirmasi kapan kajian dari UNIB akan dirilis, dirinya masih dengan alasan yang sama, yakni masih menunggu konfirmasi dari UNIB.

“Kita nunggu konfirmasi dari UNIB nya, kalau dokumen sudah ada di bagian lingkungan, Insya Allah bulan ini,” jawabnya ketika dikonfirmasi via pesan whatsapp, Senin (10/2).

Beliau juga mengaku akan ke Bengkulu besok, Selasa (11/2), menghadiri apel K3 di kantor gubernur, setelah itu dirinya berencana mampir ke UNIB untuk menanyakan kapan pihak UNIB bisa menggelar rilis terkait kajian tersebut.

“Saya insya Allah ke Bengkulu besok, ada apel K3 di Gubernur trus nanti mampir ke UNIB,” kata Martin. (YF)

Baca juga:

Kajian Dari UNIB Tak Kunjung Keluar, Nasib Masyarakat Belum Jelas

Windra Sebut Bendungan PLTA Penyebab Sedimentasi

PLTA Musi Dikasih Tenggat Waktu Seminggu

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here