Saldo Nasabah Babe Maman Digasak Maling

0
314

GO BENGKULU, LEBONG – Salah seorang nasabah Bank Bengkulu, yang merupakan salah seorang ASN di Pemkab Lebong, Budi Patresia, S.Pd.AUD (45), warga Perumnas Griya Asri Indah, Desa Nangai  Tayau I, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, melaporkan salah seorang honorer berinisial CA (21), yang berdomisili di Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, atas dugaan pencurian saldo tabungan miliknya.

Kapolres Lebong, AKBP.Ichsan Nur, S.I.K, melalui Kasat Reskrim, Iptu. Andi Ahmad Bustanil, membenarkan terkait laporan tersebut. Dijelaskan Kasat, laporan korban tercatat dengan nomor: Laporan Polisi / B-06/I/2020. Dari keterangan korban, lanjut kasat, sekira bulan Desember 2019 lalu, korban mengalami kehilangan kartu ATM miliknya, korban baru mengetahui ATM tersebut hilang pada tanggal 24 Desember 2019 lalu, sekira pukul 15.00 WIB. Menyadari ATM nya hilang, korban langsung mendatangi Bank Bengkulu cabang Muara Aman untuk mengecek saldo tabungannya, sekira pukul 15.30 WIB. Betapa terkejutnya korban saat itu ketika mengetahui saldo di tabungannya hanya tinggal Rp 38 juta. Sementara dari pengakuan koraban saldo ditabungannya masih sekitar Rp 61 juta, atau raib sekitar Rp 24 juta. Kaget uangnya telah berkurang banyak dari sebelumnya, Korban melakukan pengecekan rekaman CCTV, dan didapati hasil bahwa pelakunya merupakan CA (21 ) seorang honorer yang berdomisili di Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara.

“Iya, memang ada laporan dari korban, Budi  Patresia, dari pengakuan korban dirinya mengalami kerugian sekitar  Rp 24 juta yang diduga akibat pencurian melalui ATM,” terang kasat, Kamis (9/1).

Kata kasat, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti yakni, print out mutasi buku tabungan dan rekaman CCTV dari Bank Bengkulu cabang Muara Aman. Terkait rekaman CCTV, pihak Polres harus menunggu sekitar 1 minggu untuk mendapatkannya, karena ada prosedur dari bank tersebut.

“Masih terus kita lidik, dan mengumpulkan alat bukti. Terkait rekaman CCTV kita belum mendapatkannya, masih harus menunggu sekitar satu minggu, namun sudah kita surati secara resmi Senin (6/1/2020) kemarin,” jelasnya.

Hal tersebut dikuatkan oleh Kepala Cabang Bank Bengkulu Muara Aman, Syefrizal Sahponi, ditegaskannya, untuk melihat rekaman CCTV tersebut harus melalui prosedur terlebih dahulu, yakni, pihak kepolisian harus menyurati pihak Bank Bengkulu Cabang Muara Aman secara resmi atau menyerahkan surat perintah (sprint), dan surat tersebut kemudian akan diteruskan ke Bank Bengkulu pusat. Setelah ada rekomendasi dari Bank Bengkulu pusat, baru pihaknya bisa memberikan rekaman CCTV tersebut. Beliau juga membenarkan telah menerima sprint dari Polres Lebong untuk meminta rekaman CCTV yang dimaksud, pada Senin (6/1).

“Harus melalui prosedur, surat sudah kita layangkan ke kantor pusat. Jadi kita harus menunggu surat dari Bank Bengkulu pusat dulu,” ungkap Syefrizal.

Menariknya, saat ditanya kapan nasabah tersebut melihat rekaman CCTV di Bank Bengkulu, beliau mengaku tidak tahu. Dan terkait prosedur, apakah sang nasabah telah mengikuti prosedur untuk melihat rekaman CCTV seperti yang dijelaskan Syefrizal sebelumnya, ia pun mengaku tidak tahu, yang mana jika dilakukan, surat tersebut pastinya akan sampai kepadanya selaku Kepala Cabang di Bank tersebut.

“Terkait hal tersebut, Saya tidak tahu,” singkat Syefrizal sembari berlalu meninggal awak media yang tengah melakukan konfirmasi. (YF/traaf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here