Danau Tes dan Mitos Ular Kepala Tujuh

0
9904

GO BENGKULU, LEBONG – Danau Tes merupakan danau terbesar dan salah satu destinasi terbaik di Provinsi Bengkulu. Danau Tes terletak tepat berada di tengah-tengah Kabupaten Lebong, yaitu memanjang dari Desa Kota Donok sampai kelurahan Tes di Kecamatan Lebong Selatan. Danau Tes memiliki luas sekitar 5 KM2, dengan panjang 5 KM, lebar sekitar 1 KM, serta berada pada 500 M DPL dengan kedalaman rata-rata 10 M dan maksimal 56 M.

Ada sebuah gagasan besar pada saat berdirinya Kabupaten Lebong tahun 2003, yaitu dengan mendirikan bangunan-bangunan gedung pusat kota Kabupaten Lebong di hutan seberang Danau Tes, dimana untuk menjangkau pusat kota mesti menyeberang jembatan megah sepanjang 1 KM. Terbayang pada malam hari akan keindahan dan sungguh menakjubkan gemerlapan lampu di gunung seberang “Pusat Kota Kabupaten Lebong” Danau Tes.

Lomba dayung tradisional

Lebih jauh, berposisi dikawasan cukup strategis, tentu akan memberi efek positif, dimana keberadaan Danau Tes memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ikon pariwisata Provinsi Bengkulu secara profesional dan modern. Sebagaimisal Danau Tes bisa dijadikan kawasan untuk event nasional dan internasional seperti lomba dayung perahu naga atau arum jeram dan olah raga lainnya.

Danau Tes dapat dijangkau sekitar 30 – 60 menit dari pusat kota Lebong yaitu Kota Tubei. Sedangkan dari Bandara Fatmawati Soekarno menempuh perjalan sekitar 3 – 3,5 jam, melewati Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kepahiang, dan Kabupaten Rejang Lebong. Saat ini telah dirancang pembangunan infrastruktur tol kota Bengkulu – Lubuk Linggau (tol Trans Sumatera), bila sudah tersambung tol tersebut, maka jarak tempuh Bandara Fatmawati Soekarno bisa menjadi 2 – 2,5 jam.

Berdasarkan sejarah masa lalu, muncul sebuah mitos melegenda dimana awal mula Danau Tes merupakan berasal dari salah satu kubangan bekas telapak kaki raksasa yang bernama Si Pahit Lidah dan salah satu kubangan bekas telapak kakinya yaitu Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu.

Akan tetapi, secara ilmiah dan realitas terbentuknya Danau Tes yaitu ketika sungai Ketahun yang berhulu di Kecamatan Topos dibendung di kawasan Kelurahan Tes untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau sekarang lebih dikenal dengan nama PLTA Tes. Saat ini PLTA Tes mensuplay energi listrik sampai Sumatera Bagian Selatan.

POTENSI WISATA & BUDI DAYA PERIKANAN

Setidaknya ada dua poin khusus yang sangat potensial dapat dikembangkan di Danau Tes, yaitu menjadi potensi wisata dan budidaya perikanan air tawar. Pertama, potensi pariwisata dengan bangunan – bangunan villa atau pusat kuliner yang berjejer di pinggir Danau Tes. Kemudian, penyewaan perahu mesin maupun tradisional berkeliling Danau Tes dengan estimasi waktu sekitar 30 – 60 menit dari ujung di desa Kota Donok sampai ujung di tepian kelurahan Tes.

tampak Keramba Apung untuk budi daya ikan di Danau Tes

Kedua, potensi perikanan air tawar. Dalam hal ini, petani ikan dapat membuat keramba di bibir danau atau pemerintah daerah menebar bibit berbagai jenis ikan air tawar ke dalam danau sebagai sebuah program unggulan daerah seperti, ikan mas, ikan mujahir, ikan patin, ikan nila, lele, udang dan lain sebagainya. Sehingga bisa menjadi nilai tambah dan penghasilan bagi masyarakat sekitar khususnys dan Kabupaten Lebong umumnya.

Dengan catatan, dalam mengekploitasi ikan yang ada dalam Danau Tes hanya dengan memancing dan menjala secara tradisional. Dalam hal ini, pemerintah daerah perlu membuat peraturan daerah (perda) pelarangan manangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau dan menggunakan alat sentrum listrik. Selain itu, adanya perda mengatur waktu memancing hanya di malam hari sampai subuh hari. Dikarenakan pada siang hari Danau Tes menjadi objek wisata.

Salah satu destinasi wisata di Danau Tes, villa/dermaga apung

Oleh karena itu, ke depan besar harapan kita potensi pariwisata alam dan perikanan Danau Tes dapat menjadi solusi peningkatan sumber pendapatan masyarakat dan mengurangi pengangguran. Tentu hal ini akan menaikkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lebong.

MITOS ULAR KEPALA TUJUH

Ada mitos bahwa di Danau Tes ditungguin ular berkepala tujuh, konon katanya, siapapun yang bertemu dan melihat ular tersebut akan menemui ajal seketika. Akan tetapi, sampai saat ini, belum ada terdengar satupun kabar cerita seseorang pernah bertemu dengan ular berkepala tujuh itu.

Berdasarkan asumsi, kenapa munculnya mitos tersebut, konon pada masa lampau sebagai salah satu cara orangtua melarang anaknya mandi di Danau Tes karena khawatir tenggelam, sehingga dilegendakan cerita seolah-olah ada ular berkepala tujuh di dalam Danau Tes tersebut. Walaupun efektif, akan tetapi saat ini secara ekonomi membuat pariwisata Danau Tes tidak menarik karena khawatir dengan mitos ular kepala tujuh. Bukan takabur, perlu disosialisasikan secara massif bahwa mitos Ular Berkepala Tujuh di Danau Tes itu tidak benar adanya. Semoga ke depan potensi wisata Danau Tes terus berbenah dan berinovasi menjadi wisata modern di Kabupaten Lebong khususnya dan Provinsi Bengkulu pada umumnya dalam rangka mendukung program “Wonderfull dan Visit Bengkulu 2020.

Penulis : Andriadi Achmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here