/
/
headlinekepahiang

Jelang Pembahasan Raperda, DPRD Kepahiang Gelar RDP Bersama Tenaga Ahli

122
×

Jelang Pembahasan Raperda, DPRD Kepahiang Gelar RDP Bersama Tenaga Ahli

Sebarkan artikel ini

GO BENGKULU, KEPAHIANG – DPRD Kabupaten Kepahiang kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP), bersama Tenaga Ahli DPRD dari Universitas Bengkulu (UNIB), Selasa (28/1). Rapat dengar pendapat yang digelar membahas terkait Raperda Inisiatif DPRD dan Raperda eksekutif Kabupaten Kepahiang yang akan dimulai pada masa persidangan 1 (satu) tahun sidang 2020 Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Kabupaten Kepahiang.

Dalam sambutannya Ketua Bapemperda DPRD Kepahiang, Franco Escobar, S. Kom menyampaikan, rapat dengar pendapat yang digelar dalam rangka sinkronisasi harmonisasi dan pemantapan konsepsi Raperda dalam rangka memberikan masukan terhadap Raperda inisiatif yang akan diajukan oleh DPRD Kabupaten Kepahiang dalam program pembentukan Perda tahun 2020, baik masukan dari sisi naskah akademi atau naskah raperda itu sendiri. Sehingga Raperda yang akan diterbitkan dapat menjadi payung hukum atau memberikan perlindungan bagi masyarakat luas dalam proses pembangunan bidang pendidikan, bidang perekonomian termasuk pembangunan bidang sarana dan prsarana di Kabupaten Kepahiang.

“Ada 3 (tiga) Raperda inisiatif DPRD yang akan dibahas Pada tahun 2020 ini, yaitu Raperda tentang Pendidikan, Agama dan Pesantren. Kemudian Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 02 Tahun 2007 tentang larangan jual beli biji kopi, biji Kakao, biji lada dan biji kemiri basah dan 1 (satu). Yang ketiga adalah Raperda usulan eksekutif, yaitu, Raperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan  dan Kawasan Permukiman,” terang Franco.

Ditambahkan franco, untuk rapat pembahasan Raperda, pihaknya akan menyampaikan ke pimpinan dalam rapat Banmus yang akan datang termasuk jadwal untuk pembahasan.

“Terkait jadwal pembahasan kita akan sampaikan ke pimpinan melalui rapat Banmus nanti. Mekanismenya apakah  melalui pembentukan pansus (panitia khusus) atau Panja (panitia kerja), kalau melalui pansus tentu harus diagendakan paripurna pembentukan Pansus terlebih dahulu,” tutup Franco.

Kegiatan Rapat dengar pendapat dipimpin oleh Ketua Bapemperda DPRD Kepahiang Franco Escobar,S.Kom didampingi anggota Bapemperda, Haryanto, MM, Nyimas Tika Herawati, Maryatun, Abdul Haris,SE dan Eko Guntoro, sementara dari tenaga ahli dihadiri oleh M.Yamani,SH, M.Hum dan Tri Andika,SH. (OJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *