Wajah Lebong di Tangan Rosjonsyah

0
583

GO BENGKULU, LEBONG – Di usianya yang ke-16 Kabupaten Lebong telah dipimpin dua orang Bupati yang keduanya sama-sama putra daerah terbaik “taneak jang” (tanah Rejang,red), yakni Dalhadi Umar, Bsc di tahun 2005-2010, kemudian dilanjutkan pemimpin muda dan energik Rosjonsyah di tahun 2010-2015. Dinilai layak dan berhasil, di pilkada  tahun 2015 Rosjonsyah kembali terpilih kembali untuk masa jabatan 2016-2021. Hampir sepuluh tahun di tangan Rosjonsyah, Kabupaten Lebong berubah drastis, dari “kota mati” menjadi kota yang merindukan dan menjadi destinasi para wisatawan baik lokal Provinsi Bengkulu ataupun luar Provinsi bahkan wisatawan dari manca negara.

Dua priode kepemimpinannya, Rosjonsyah mampu merubah Kabupaten Lebong yang dulu dikenal dengan daerah terpencil dan tetinggal kini mulai sejajar dengan daerah maju lainnya. Dulu Kabupaten Lebong dikenal dengan daerah tertinggal, bagaimana tidak, untuk mencapai Kabupaten Lebong dulunya membutuhkan waktu berjam-jam dengan medan yang ekstrim, jalan kecil dan berliku, sehingga menjadikannya seperti kota mati.

Tapi lain hal nya sekarang, di usianya yang ke-16 Kabupaten Lebong tak jauh tertinggal dengan daerah-daerah maju lainnya yang telah lebih dulu mandiri.

Akses jalan kabupaten, semuanya telah disulap Rosjonsyah menjadi jalan hotmix sehingga membuat akses antar Kecamatan ataupun antara desa menjadi lebih lancar dan lebih aman, sehingga nilai ekonomis dari produk lokal baik hasil pertanian, perkebunan dan hasil sumber daya alam lainnya menjadi lebih tinggi, keadaan demikian itu secara otomatis dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan seluruh stakeholder dan seluruh masyarakat Lebong. Saya tidak akan bisa kerja sendiri, tanpa adanya dukungan dari masyarakat, tak munkin semuanya akan terwujud,” tuturnya merendah, Kamis (23/1).

Beliau juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Lebong untuk menjaga apa yang sudah dicapai baik capaian di bidang infrastruktur ataupun capaian di bidang lainnya.

“Mari kita jaga apa yang sudah diraih, dan mari kita kejar bersama apa yang belum diraih, Lebong bersatu Lebong Maju,” ujarnya dengan suara bersemangat.

Namun demikian, beliau juga tak mau berbesar hati, dirinya mengakui masih banyak kekurangan  selama masa kepemimpinannya. Beliau menyadari selaku manusia biasa tidak ada yang sempurna, namun berusaha melakukan yang terbaik adalah iktikad yang harus ditanam.

“Sebagai manusia biasa tidak ada yang sempurna, namun berusaha melakukan yang terbaik itu adalah kewajiban yang harus tertanam di dalam diri, silahkan mengkritik asal saja tujuannya bukan untuk menjatuhkan tapi untuk membangun demi kemajuan kita bersama,” sampainya.

Di penghujung jabatannya beliau berpesan, siapapun nanti yang akan memimpin Kabupaten Lebong, itulah putra terbaik dan patut didukung.

“Jadilah pemimpin yang amanah dan jadilah masyarakat yang sehat, sehat dalam berpikir serta sehat dalam bertindak,” Pesan Rosjonsyah. (YF)


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here