Gelar Konpers, Kapolres Dicerca Pertanyaan Terkait Perkara Korupsi

0
458

GO BENGKULU, LEBONG – Polres Lebong menggelar konferensi pers terkait peristiwa-peristiwa ataupun perkara yang ditangani Polres Lebong selama tahun 2019. Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.I.K, bertempat di ruang vicon, Polres Lebong, Senin (30/12).

Di hadapan  wartawan dari berbagai media, Kapolres memaparkan berbagai perkara yang terjadi di wilayah hukum Polres Lebong di tahun 2019. Dari paparan Kapolres tercatat perkara curat yang paling tinggi yakni sebanyak 16 kasus, turun 8 kasus dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 24 kasus (2018). Dari 16 kasus, 12 kasus berhasil dituntaskan Polres Lebong. Kemudian perkara ke dua yakni perkara curas sebanyak 5 kasus, naik 2 kasus dari tahun sebelumnya hanya tercatat 3 kasus. Dari 5 kasus tersebut hanya 4 kasus yang berhasil dituntaskan. Perkara berikutnya yakni, perlindungan anak tercatat sebanyak 5 kasus naik 1 kasus dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebanyak 4 kasus. Dari 5 kasus tersebut semuanya berhasil dituntaskan.

Dilanjutkan Kapolres, perkara berikutnya curanmor dan penipuan, masing-masing tercatat ada 3 kasus di tahun 2019, keduanya mengalami peningkatan 1 kasus dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat 1 kasus. Dari 3 kasus tersebut hanya 2 kasus yang berhasil dituntaskan. Sementara untuk perkara korupsi hanya ada 1 perkara, turun 4 kasus dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5 kasus. Tapi diakui kapolres 1 perkara itu juga belum tuntas dan masih dalam proses.

Lebih lanjut Kapolres juga memaparkan perkara narkoba meningkat 4 kasus dari tahun sebelumnya yang hanya tecatat 5 kasus menjadi 9 kasus.

“Untuk perkara narkoba memang berbeda dari perkara lain, pemainnya memang harus dipancing, semakin banyak perkara berarti kasat narkobanya berhasil karena berhasil memancing pemainnya keluar,” ujar Kapolres

Data terhimpun, terhitung sejak tahun 2017 tercatat ada beberapa kasus korupsi yang ditangani pihak tipidkor Polres Lebong, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan. Mulai dari perkara pengadaan alat peraga matematika SD, proyek Dikbud tahun anggaran 2016 yang diusut pihak polres Lebong sejak tahun 2017 namun hingga saat ini belum tuntas dan belum ada kejelasan. Kemudian kasus proyek pembangunan intake dan jaringan pipa air baku di Desa Ladang Palembang Kecamatan Lebong Utara milik Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII tahun 2017 senilai Rp16,6 miliar, yang mulai diusut pihak polres Lebong sejak tahun 2018 lalu tapi hingga saat ini belum juga ada tersangka.

Bukan hanya itu, pada tahun 2018 Dinas Pertanian Lebong juga pernah dilaporkan ke Polda Bengkulu, tapi saat itu polda melimpahkan laporan tersebut ke polres Lebong lantaran sebelumnya pengaduan juga sudah masuk ke Polres Lebong, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan terkait perkara yang dilaporkan itu.

Di tahun 2018 juga Polres Lebong disuguhi perkara pungutan liar yang terjadi di SMPN 5 Lebong dan saat itu sudah dilakukan penyelidikan bahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan dan buktipun sudah dikumpulkan, tapi hingga saat ini perkara tersebut adem saja belum ada kejelasan.
Kemudian di awal tahun 2018, Polres Lebong juga pernah mengusut perkara stone crusher illegal milik PT.Mega Power Mandiri yang terletak di Kelurahan Turan Lalang, Kecamatan Lebong Selatan, tapi hingga saat ini perkara tersebut juga belum ada kejelasan.

Tidak selesai sampai di situ, kabarnya di tahun 2019 ada kepala desa dari Kecamatan Uram Jaya dan Kecamatan Amen yang dilidik oleh pihak tipidkor polres Lebong terkait penggunaan dana desa tahun anggaran 2018 namun hingga saat ini belum diketahui sejauh mana progress penyelidikan tersebut.

Namun sayang ketika awak media mencoba mengkonformasi perkara tersebut ke Kapolres dalam konferensi pers yang digelar hari ini (30/12), dirinya malah mengaku tidak mengetahui tentang perkara itu. Dirinya mengaku hanya melanjutkan perkara yang sudah masuk ke tahap penyidikan. Sementara untuk perkara yang masih dalam penyelidikan dan belum masuk ke tahap penyidikan dirinya mengaku tidak tahu, dan menurutnya, seharusnya rekan-rekan media mempertanyakan hal tersebut kepada Kapolres sebelum dirinya, karena perkara tersebut perkara lama sementara dirinya baru saja menjabat jadi Kapolres Lebong.

“Kok tanya sama saya, seharusnya kan rekan-rekan tanya dengan kapolres sebelum saya karena ini kan perkara lama. Yang saya lanjut hanya perkara yang sudah masuk ke tahap penyidikan, dan setahu saya yang masuk ke tahap penyidikan hanya ada 1 perkara. Dak mungkinlah saya bongkar berkas lama, berkas 3 bulan yang lalu saja pusing saya bukanya,” elak Kapolres. (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here