/
/
headlineLebong

PWI Lebong Gelar Pelatihan Jurnalistik

98
×

PWI Lebong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Sebarkan artikel ini

GO BENGKULU, LEBONG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lebong gelar kegiatan pelatihan jurnalistik di kalangan pelajar dengan tema “Meramu Informasi Menjadi Berita”. Hari ini, Kamis (12/12) acara digelar di SMAN 1 Lebong atau yang lebih dikenal dengan SMAN 1 Muara Aman, diikuti sebanyak 100 orang peserta. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, ketua PWI Provinsi Bengkulu, Zacki Antoni, SH., MH, Ketua PWI Kabupaten Lebong, Muharista Delda, S.I.P. dan Wartawan Bengkulu Ekspres TV (BETV), Dwi Nopianto, A.Md.

Kepala SMAN 1 Lebong, Jon Effendi, SE. yang langsung membuka pelatihan jurnalistik menyambut baik program yang digelar oleh PWI Kabupaten Lebong itu. Diharapkannya, pelatihan tersebut bisa memberikan dampak positif bagi SMAN 1 maupun pelajar secara individu.

“Kami memiliki mading sekolah, saya rasa pelatihan ini bisa diaplikasikan didalamnya, ” kata Jon.

Terlihat para siswa begitu antusias mengikuti kegiatan

Sementara ketua PWI Lebong, Muharista Delda, S.I.P. dalam sambutannya beliau menyampaikan, kegiatan pelatihan yang digelar hari ini bertujuan untuk memberi pemahaman dasar tentang dunia jurnalis kepada masyarakat Kabupaten Lebong, khususnya di kalangan pelajar.

“Melalui pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada peserta tentang cara menulis berita yang baik dan benar,” kata Aris.

Ketua PWI Lebong, Muharista Delda, S.I.P

Aris juga menyampaikan, wartawan merupakan pekerja intelektual yang bisa membangun kreatifitas dalam karya jurnalistik, baik berupa tulisan melalui koran (cetak), elektronik (TV dan radio), ataupun daring (dalam jaring) yang biasa di kenal dengan media online.

Dijelaskannya, peran wartawan sangat penting dalam mendukung dan mengawal pembangun daerah. Dalam menjalankan profesinya wartawan dituntut untuk independen dan profesional (tidak memihak,red) dan yang  pastinya seorang wartawan harus terus belajar mengasah ilmu dengan banyak membaca, nalar dan berita harus berimbang.

“Kemampuan dalam berdialog di depan narasumber harus dikuasai oleh seorang jurnalis. Bahkan dalam mengelola hasil wawancaranya sesuai kunci 5W+1H yang kemudian dituangkan dalam berita,” demikian Aris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *