Tragedi Kota Bengkulu, Dalam Dua Hari 3 Nyawa Ditemukan Melayang

0
15296

GO BENGKULU – Sungguh kejadian luar biasa terjadi di Provinsi Bengkulu, di penghujung tahun 2019 ini. Bermula terjadi pada hari Minggu (8/12), keluarga besar Universitas Bengkulu (UNIB) berduka, salah satu mahasiswi semester 5, Wina Mardiani, yang sebelumnya dikabarkan hilang ditemukan tewas terkubur di belakang kosannya. Perkara ini sedang ditangani Polres Bengkulu dan pelakunya pun dikabarkan tidak lain adalah penjaga kosnya sendiri yang berinisial PD.

Pada Minggu malam (8/12) sekira pukul 22.30 Istri terduka pelaku sudah diamankan pihak Reskrim Polres Bengkulu untuk dimintai keterangan. MT diamankan di Desa Aur Gading, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara. Dalam keterangannya di Mapolres Bengkulu, MT mengakui suaminya yang telah membunuh Wina, berdasarkan pengakuan suaminya kepadanya, kemudian suaminya melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Istri pelaku menceritakan dirinya sempat pingsan mendengar pengakuan dari suaminya telah membunuh orang.

“Yang diduga tersangka sudah tidak ada di tempat, tapi keterangan istrinya sempat ke situ sore sekitar pukul 16.00 WIB. Itu dia sudah pamit dengan istrinya karena dia (terduga pelaku, red) sudah ngomong, saya sudah bunuh orang. Terus dia (terduga, red) lari keluar dari Desa Aur Gading. Cuma itu saja yang dia sampaikan dengan istrinya, terus istrinya langsung pingsan pas dia (terduga, red) mengakui telah bunuh orang,” kata Kapolsek. Dikutip dari pedomanbengkulu.com.

Belum selesai petugas menguak perkara tersebut, petugas kembali disuguhi tugas baru yakni masyarakat Bengkulu kembali digemparkan dengan penemuan mayat tanpa busana di kawasan pantai Zakat kota Bengkulu pada Senin Pagi (9/12) sekira pukul 06.00 WIB. Namun hingga saat ini identitas korban belum diketahui dan masih menjalani visum di RS Bhayangkara Bengkulu.

Belum lagi terkuak dua perkara itu, tragedi berdarah kembali terjadi di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma. Dikutip dari garudadaily.com, Empat warga setempat, yakni Ujang Zamardi (51) kena luka bacok di tangan sebelah kanan, Ramlan (49) di kepala bagian belakang, Wasilah (47) kepala bagian belakang, dan Edi (25) luka memar kepala bagian belakang, keempat korban dikabarkan kena luka bacok yang dilakukan oleh Zarnobi (35) yang diketahui beliau mengalami gangguan jiwa.

Kronologis kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB, pelaku tiba-tiba mengamuk dan melempari rumah orang tuanya dengan batu. Kemudian pelaku mengitari rumah orang tuanya sembari membawa parang. Pelaku juga membabi buta, siapa saja yang ditemuinya dibacok olehnya.

Korban pertama adalah Ramlan, kedua Wasilah. Pelaku lalu lari ke belakang arah rumahnya menuju rumah Ujang Zamardi, masuk ke kamar tidur korban dan langsung membacoknya.

Setelah pelaku keluar rumah, korban membalas dengan dibantu kedua anaknya dan beberapa warga lain. Pelaku akhirnya tewas di bawah pohon sawit dengan luka bacok bagian kepala, punggung tangan kanan dan luka sayat di bagian paha sebelah kanan.

“Zarnobi meninggal dunia dengan luka bacok bagian kepala, luka bacok punggung tangan kanan dan luka sayat di bagian paha sebelah kanan. Dia datang mengamuk membacok empat orang warga yang merupakan tetangganya hingga luka berat. Untuk sementara warga yang luka sudah dibawa ke puskesmas dan rumah sakit, ” kata Kapolsek Talo, Iptu Sodri, Senin, 9 Desember 2019.

Saat ini jenazah pelaku sudah dibawa ke RSUD Tais, sedangkan empat warga yang menjadi korban masih mendapatkan penanganan medis. Sementara Polisi masih melakukan olah TKP.(**)


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here