/
/
headlinekepahiang

Terdeteksi 23 Aliran Kepercayaan Tersebar di Provinsi Bengkulu

116
×

Terdeteksi 23 Aliran Kepercayaan Tersebar di Provinsi Bengkulu

Sebarkan artikel ini
Ketua FKUB kepahiang, Khoirudin, S.Ag (kiri), Sekretaris FKUB Provinsi Bengkulu, H.Kurnadi Sahab, M.Si (kanan)

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Antisipasi perpecahan antar umat beragama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepahiang menggelar rapat koordinasi di Aula Kemenag Kabupaten Kepahiang, Rabu (13/110). Dalam rapat itu ketua FKUB Kabupaten Kepahiang, Khoirudin, S.Ag, menyampaikan, di Kabupaten Kepahiang terdapat banyak aliran kepercayaan dan agama yang tersebar, untuk itu, menurutnya diperlukan suatu wadah untuk mempersatukan itu, salah satunya melalui FKUB. Dikatakannya, dalam FKUB sudah tergabung semua unsur, ada dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda ormas dan organisasi keagamaan.

“Di dalam FKUB sudah tergabung semua unsur, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, ormas dan organisasi keagamaan,” ujarnya.

Dilanjutkannya, sejauh ini di Kabupaten Kepahiang sudah tercipta kerukunan antar umat beragama, namun demikian perlu dilakukan antisipasi agar ke depan kerukunan yang tercipta tetap terjaga. Hal itu bisa terwujud tidak lepas dari peran dan dukungan pemerintah daerah, karena untuk mewujudkan itu tidak terlepas dari anggaran.

“Memang selama ini sudah rukun, tapi kita perlu waspada. Kami juga berharap dukungan dari pemerintah dalam hal anggaran agar kegiatan ini bisa berjalan,” sambungnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris FKUB Provinsi Bengkulu, H.Kurnadi Sahab, M.Si, yang turut hadir dalam kesempatan itu. Memang di Provinsi Bengkulu boleh dikatakan potensi diskriminasi umat beragama itu tidak ada, tapi bagaimana pun juga kewaspadaan harus ditingkatkan. Lanjutnya, di Provinsi Bengkulu saat ini terdata ada sebanyak 23 aliran kepercayaan/agama, termasuk juga Sekte Yasi Yehova, kalau tidak waspada dan antisipasi dari sekarang takutnya nanti akan menimbulkan konflik dan perpecahan.

“Sejauh ini masih kondusif dan tidak ada potensi-potensi yang mengarah ke diskriminasi agama ataupun aliran kepercayaan. Dari data yang kita punya, saat ini terdapat 23 aliran kepercayaan/agama untuk itu kita harus waspada karena konflik biasanya akan datang tiba-tiba,” sebutnya.

Diceritakannya, Provinsi Bengkulu pernah didatangi tokoh-tokoh ataupun gembong teroris, seperti Nurdin M Top, Dr.Azhari, Asmar Latin sani, dan Imam Samudera. Mereka pernah berkunjung ke Provinsi Bengkulu, artinya sedikit banyak daerah ataupun keluarga tempat mereka tinggal pernah menjadi lawan komunikasinya mereka, siapa tahu ideologi dari mereka itu masih tersimpan di daerah ataupun keluarga yang pernah mereka kunjungi itu. Untuk itu waspada harus ditingkatkan.

“Ada beberapa tokoh/gembong teroris yang pernah datang ke Provinsi Bengkulu, artinya kewaspadaan kita perlu ditingkatkan, dan kita harus deteksi sedini mungkin. Diharapkan dengan adanya FKUB kerukunan beragama akan tetap terjaga,” tutupnya.

 Acara dihadiri unsur pemerintahan Kabupaten Kepahiang, Polri, Kejari, tokoh agama, tokoh adat, ormas dan organisasi keagamaan yang ada di Kabupaten Kepahiang (OJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *