/
/
headlinekepahiang

Pengunjung Dilarang Memberikan Makanan Rusa

475
×

Pengunjung Dilarang Memberikan Makanan Rusa

Sebarkan artikel ini

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Ada pemandangan menarik di pagar di depan area perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang, di mana di dalam pagar tersebut ditempatkan puluhan hewan rusa yang boleh dikatakan menjadi tujuan wisata masyarakat Kepahiang bahkan dari luar daerah Kepahiang untuk bersantai ria di sore hari. Di pagar tersebut terpampang jelas tulisan larangan kepada para pengunjung agar tidak memberi makanan kepada hewan rusa yang berada di sana, PERINGATAN…!!! PERHATIAN UNTUK PARA PENGUNJUNG “DILARANG” MEMBERI MAKAN RUSA.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepahiang, Tedy Adeba, ST. Dikonfirmasi terkait tulisan itu, beliau membenarkan bahwa tulisan tersebut memang dipasang oleh pihaknya (Dinas Pariwisata, red). Dikatakan Tedy, tulisan tersebut dipasang agar para pengunjung tidak lagi memberi makanan sembarangan kepada hewan rusa yang ada di sana. Namu beliau tidak menjelaskan makanan sembarangan seperti apa yang dimaksud.

“Iya kita yang pasang tulisan larangan itu agar para pengunjung tidak memberikan makanan sembarangan kepada hewan rusa yang ada di sana,” jawabnya via pesan WhatsApp, Kamis (7/11).

Sementara, di lokasi tersebut terpantau selalu ramai pengunjung di sore hari. Kondisi demikian itu dimanfaatkan oleh warga setempat untuk mengais rupiah dengan menjajahkan berbagai aneka jajanan, tidak terkecuali ada juga yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan menjajahkan sayuran untuk diberikan kepada hewan rusa yang terlihat ramah dengan pengunjung itu.

Siti Handiyanti (54) seorang ibu rumah tangga, yang kesehariannya bermata pencarian menjual dedaunan sayuran di lokasi tersebut, dirinya mengaku sangat keberatan dengan tulisan larangan itu, dampak dari tulisan larangan itu beliau mengaku pendapatannya menurun drastis, lantaran para pengunjung tidak berani membeli sayuran dagangannya untuk diberikan kepada hewan rusa.

“Saya jual sayuran untuk makanan rusa di sini, ada kangkung, ada juga pucuk ubi yang hasilnya tidak seberapa hanya untuk membeli beras dan kebutuhan dapur. Tapi sejak ada pengumuman seperti ini jualan saya mulai sepi, kalau dulu saya jualan bisa laku sampai sepuluh ikat, tapi sekarang untuk laku lima ikat saja sulit,” akuinya.

Beliau pun menilai larangan agar tidak memberikan makanan rusa tersebut agak sedikit berlebihan, bahkan dirinya mengaku sayuran dagangannya itu pernah diperiksa oleh tim kesehatan setempat dan hasilnya sayuran dagangannya itu layak untuk dikonsumsi hewan rusa, karena tidak mengandung zat berbahaya dan dinilai layak untuk dikonsumsi hewan tersebut.

“Tolonglah pak, masa harus dilarang. Lagian juga dagangan saya ini dulu pernah diperiksa oleh dokter dan hasilnya layak untuk diberikan ke hewan rusa ini,” ungkapnya.(OJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *