Bermani Coffee Raih Award Medali Emas di Ajang AVPA 2019

0
405

GO BENGKULU, REJANG LEBONG – Sungguh luar biasa, Bermani Coffe asal Rejang Lebong layak menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu, khususnya masyarakat Rejang Lebong itu sendiri, pasalnya Bermani Coffe berhasil meraih penghargaan di ajang Agence pour la Valoration des Produits Agricoles (AVPA) 2019 yang digelar di BSD Trade Expo,Tangerang, pada 16 Oktober lalu.

Diceritakan owner Bermani Coffee, Haris Gunawan, dirinya mulai menekuni usahanya itu sejak 2018 lalu, walaupun usahanya masih tergolong mikro, tapi ke depan beliau mempunyai impian untuk membuat semacam kelompok tani pemuda kopi, khususnya di wilayah Kecamatan Bermani Ulu. Beliuaupun berharap ke depan pihak Pemkab Rejang Lebong bisa memberikan perhatian dan dukungan kepada para pelaku usaha yang masih tergolong usaha kecil dan menengah.

“Dengan modal keyakinan pada  pengolahan pasca panen dan niat untuk memajukan petani kopi di Rejang Lebong, kita memberanikan diri untuk ikut serta pada event tersebut, Alhamdulillah kita dapat award penghargaan Gold,” ujar Haris.

Owner Bermani Coffee, Haris Gunawan foto bersama Presiden AVPA, Philippe Juglar

Dijelaskan Haris, dalam ajang tersebut Bengkulu mengirim tiga perwakilannya yaitu Bermani Coffee meraih medali emas, Bencoolen Robusta Rejang Lebong meraih  medali Perunggu dan Bencoolen Robusta Kepahiang, meraih medali Perak. Menurutnya, dengan perolehan 3 award penghargaan tersebut, gold, perak dan perunggu, membuktikan bahwa kopi robusta asal  Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang layak menjadi barometer kopi kualitas  dunia, khususnya Robusta.

“Bengkulu kirim 3 perwakilan, Alhamdulillah ketiganya mendapat award walaupun tidak semuanya emas,” imbuhnya.

Lebih jauh Haris menjelaskan, untuk mendapatkan kopi berkualitas bagus itu petani harus serius terutama perlakuan pasca panen harus sesuai standar, sehingga kualitas kopi yang dihasilkan benar-benar baik. Dengan kualitas kopi yang baik otomatis akan memberi nilai tambah, baik harga kopi maupun cita rasa kopi itu sendiri.

“Kami lebih fokus pada perlakuan baik perawatan maupun pasca panen. Kita menggunakan pupuk organik tanpa fungisida dan pestisida mulai dari perawatan kebun, proses pemetikan Petik merah, dan penjemuran yang dilakukan di selter khusus,”bebernya.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden AVPA, Philippe Juglar, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong dalam ajang Trade Expo Indonesia 2019, yang dihadiri wakil Gubernur Bengkulu dan Bupati Kepahiang.(OJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here