/
/
headlinekepahiang

Seleksi CPNS 2019 Kepahiang “Gigit Jari”

86
×

Seleksi CPNS 2019 Kepahiang “Gigit Jari”

Sebarkan artikel ini
Bupati Kepahiang, Dr.Ir.Hidayatullah Sjahid, MM., IPU

GO BENGKULU, KEPAHIANG – Sepertinya warga Kabupaten Kepahiang terpaksa gigit jari untuk mengikuti seleksi CPNS di Kabupaten Kepahiang tahun 2019 ini. Pasalnya, di tahun ini dipastikan Kabupaten Kepahiang tidak akan membuka seleksi CPNS. Dikonfirmasi Bupati Kepahiang, Dr.Ir.Hidayatullah Sjahid, MM., IPU. Kamis (31/10), beliau membenarkan hal itu. Dijelaskannya, untuk merekrut CPNS pemerintah daerah harus memperhatikan kondisi fiskal daerah. Sementara menurutnya untuk saat ini Kabupaten yang dia pimpin itu belum memadai untuk itu. Kalau berbicara masalah kebutuhan, lanjutnya, jelas saat ini Kabupaten masih sangat membutuhkan tenaga tambahan, seperti tenaga guru dan tenaga medis.

“Untuk merekrut CPNS itu kita harus melihat celah fiskal kita, kalau fiskal tidak mencukupi itu akan menjadi beban. Kalau berbicara masalah kebutuhan jelas kita butuh, kita masih kekurangan tenaga guru dan tenaga medis,” jelasnya.

Tapi tidak dipungkiri olehnya, sebelumnya pihaknya sudah mengusulkan untuk perekrutan CPNS di tahun 2019 ini, tapi karena suatu hal kouta yang diusulkan tidak disetujui.

“Kita sudah usulkan tapi tidak kebagian kuota, untuk lebih jelasnya tanya kepala BKD-SDM, dia lebih tahu,” sebutnya.

Lebih jauh terkait hal itu dijelaskan oleh Plt.Kepala BKD-SDM, Ardiansyah, SH., MH. beliaupun membenarkan kalau Kabupaten Kepahiang tahun ini tidak akan membuka lowongan untuk CPNS. Berbeda dengan keterangan Bupati sebelumnya yang mengatakan tidak melakukan perekrutan lantaran kondisi fiskal derah yang tidak memungkinkan saat ini, tapi diakui Ardi, tidak melakukan perekrutan lantaran tidak kebagian kuota dari KemenPAN-RB. Beliaupun mengakui tidak kebagian kuota lantaran kelalaian dari pihaknya. Dijelaskannya, untuk dapat kuota CPNS di tahun 2019 ini, pihak daerah harus sudah mengusulkan sejak akhir tahun 2018 lalu. Dalam pengusulan itu harus disertakan formasi yang  dibutuhkan dan juga analisa jabatan (Anjab) serta Analisa beban kerja (ABK). Sementara, diakui Ardi sewaktu pengusulan pihaknya tidak menyertakan Anjab dan ABK itu, sehingga formasi yang diminta tidak di setujui.

“Sewaktu pengusulan kita tidak menyertakan Anjab dan ABK, karena kita belum siap, jadi usulan kita ditolak,” akui Ardi.

Dilanjutkan Ardi, saat ini pihaknya bersama bagian Ortala sedang menggarap Anjab dan ABK untuk diserahkan ke KemenPAN-RB guna pengusulan perekrutan CPNS di tahun 2020 mendatang.

“Kami bersama Bagian Ortala saat ini sedang menggarap Anjab dan ABK, progresnya sudah mencapai 90 persen, mudah-mudahan sebentar lagi selesai,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *