Kabid Aset: Harap Segera Dilunasi Jangan Hanya Kejar Gengsi

0
448

GO BENGKULU, LEBONG – Proses Lelang terbuka aset kendaraan dinas R4 dan R6 Kabupaten Lebong berjalan lancar. Dari 79 unit kendis yang masuk ke daftar lelang, 78 unit terjual sementara 1 unit lainnya batal lelang. 78 unit tersebut berhasill dilelang dengan nilai omset sebesar Rp 4,2 miliar atau 200 persen dari target sebelumnya yakni Rp 2 miliar.

Kepala KPKNL  Sri Yuwono Hari Sarjito, ketika dikonfirmasi mengungkapkan kepuasannya atas prsoses lelang yang berjalan lancar tanpa ada kendala apapun. Menurutnya, para peserta lelang sangat antusias mengikuti lelang aset kendis R4 dan R6 Pemkab Lebong. Terbukti dari data yang masuk berdasarkan data registrasi dan setoran uang jaminan terdapat sebanyak 2000 transaksi dengan nilai uang jaminan sebesar Rp 13 miliar. Namun demikian disampaikan olehnya, dari 2000 transaksi itu bukan berarti peserta yang ikut lelang sebanyak itu, tapi ada beberapa orang yang daftar untuk beberapa unit.

“Registrasi peserta lelang cukup banyak, dari data kita ada sekitar 2000 transaksi  dengan nilai uang jaminan sebesar Rp 13 miliar. 78 unit terjual dengan nilai omset sebesar Rp 4,2 miliar, dua kali lipat dari target yang ditentukan sebelumnya,” ujarnya Kamis (22/8).

Dilanjutkannya, diharapkan para pemenang lelang semuanya akan menebus ataupun melunasi kewajibannya sesuai dengan harga yang sudah dimenangkan. Jangan sampai lewat batas waktu yang ditentukan, yakni 5 hari setelah hari ini (22/8). Terkait yang kalah lelang, uang jaminan akan dikembalikan paling lambat 1 x  24 jam ke rekening masing-masing.

“Semoga saja tidak banyak yang batal dan semuanya menyelesaikan kewajibannya sesuai dengan harga yang dimenangkannya, tapi kalau dalam waktu 5 hari ke depan belum diselesaikan maka uang jaminan yang sudah disetorkan hangus dan akan masuk ke khas negara, kita anggap wanprestasi dan membatalkan sepihak,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Aset Riska Putra Utama, ketika dikonfirmasi terkait proses lelang yang digelar hari ini, dirinya merasa puas dengan proses lelang yang berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun. Dikatakan olehnya, melalui lelang terbuka menunjukkan transparansi, siapa saja bisa jadi pemenang dan siapa saja harus siap untuk kalah, karena tidak ada intervensi dari pihak manapun semuanya terbuka di depan publik.

“Alhamdulillah berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun, semua unit ini mulai kami kumpulkan sejak Januari lalu,”ujarnya.

Ditambahkannya, dari proses lelang bisa dikumpulkan uang untuk khas daerah sebesar 4,2 miliar, 2 kali lipat dari target sebelumnya, tapi dikatakannya nilai itu apabila semua unit ditebus sesuai dengan harga tawaran para pemenang lelang. Kalau tidak berarti uang jaminan mereka tidak akan dikembalikan dan akan masuk ke khas negara.

“Omset 2 kali lipat dari target kita sebelumnya, harapan kita para pemenang bukan hanya mencari pamor karena gengsi, tapi harga tawaran mereka memang benar-benar niat dari hati ingin menguasi unit tersebut sehingga tidak ada yang wanprestasi dan pastinya angka Rp 4,2 miliar benar-benar tercapai,” tandasnya.

Pantauan awak gobengkulu.com pemenang lelang di dominasi peserta dari luar daerah, ada yang dari Sumsel, Sumbar, Sumut, Jakarta, bahkan dari Malang Jawa Timur. Dan hanya sebagian kecil pemenang lelang yang berasal dari lokal (Lebong,red). Hal itu terjadi karena memang para peserta dari luar daerah terlihat lebih berani dengan harga tawaran tinggi dibanding peserta dari lokal. (YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here