Polisi Lirik Dugaan Pungli Pasar Manai Blau, Lurah Taba Anyar Klaim Pasar Milik Pribadi

0
1022

GO BENGKULU, LEBONG – Sepertinya pihak Perindagkop Kabupaten Lebong perlu melakukan pendataan dan penertiban akan keberadaan pasar di Kabupaten Lebong. Sejatinya apa pun pembangunan yang digelontorkan pemerintah diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan tentunya sedapat mungkin dapat menunjang PAD daerah itu sendiri.

Dari sekian banyak pasar yang ada di Kabupaten Lebong hampir sebagian besar tidak memberikan kontribusi terhadapa PAD, dan malah dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Seperti yang terjadi di Pasar Senen (Blau) yang terletak di Desa Manai Blau, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, yang diduga kuat telah dimanfaatkan oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan melakukan pungutan liar (pungli) kepada para pedagang.

Data terhimpun, setiap pedagang ditarik pungutan sebesar Rp200.000,- hingga Rp300.000,- per tahunnya dengan modus sewa lapak/los. Tidak hanya itu, setiap pedagang juga dipungut uang kebersihan setiap hari Senen (hari pasar,red) sebesar Rp2.000,-.

Tidak selesai sampai disitu, mobil pedagang yang terparkir di lokasi pasar pun diminta uang parkir sebesar Rp.5000,-.

Kepala desa Manai Blau, Armen Machfudi, ketika dikonfirmasi terkait pungutan yang terjadi di Pasar yang terletak di wilayah kepemimpinannya itu, beliau mengaku tidak tahu menahu tentang itu.

”Kami pemerintah desa tidak tahu menahu tentang restribusi sewa los dan lapak serta parkir di pasar ini. Dan tidak ada hubungan pengelolaan pasar tersebut dengan kami maupun desa atau kelompok masyarakat desa ini,” singkat kades.

Data terhimpun pasar Senen (Blau) yang terletak di Desa Manai Blau adalah milik pemerintah daerah Kabupaten Lebong, yang lahannya bersumber dari APBD sementara bangunannya bersumber dari bantuan revitalisasi kementrian koperasi. Ironisnya pasar tersebut diklaim milik pribadi oleh Lurah Taba Anyar DD, yang namanya disebut-sebut sebagai pemberi instruksi atas pungutan di pasar tersebut. DD mengaku tanah tersebut milik DU yang merupakan salah seorang mantan kepala daerah Kabupaten Lebong. Menurutnya, tanah milik pemda Lebong terletak di belakang pasar, sementara di lokasi pasar itu milik pribadi DU, bukan milik pemda Lebong.

“Ini bukan milik pemda Lebong, tanah ini milik pak DU, kalau mau tahu persis silahkan tanya sama dia,” bantah DD ngotot (1/7).

Mencuatnya pemberitaan terkait indikasi pungli yang terjadi di lokasi Pasar tersebut, Kapolres Lebong AKBP.Andree Ghamaa Putra, SH., S.Ik melalaui Kapolsek Lebong Selatan Ipda. L Naibaho mengaku akan menindak tegas apa bila benar adanya. Namun demikian pihaknya pun tidak ingin ceroboh, pihaknya akan melakukan pendalaman dan penyelidikan serta akan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait.

”Kami akan melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. Kita juga akan meminta keterangan langsung dari pihak-pihak yang bersangkutan. Tentu kalau terbukti, akan kami tindaklanjuti segera. Kita juga sampaikan ucapan terimakasih atas informasi tersebut dan kami berharap masyarakat bisa saling berkoordinasi,” ungkap Kapolsek.

Kabarnya pihak Polsek Lebong Selatan telah melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut, dan hasilnya positif ternyata memang benar diduga telah terjadi pungutan liar di lokasi dimaksud dan hasilnya pun telah diteruskan ke pihak Polres untuk ditindak lebih lanjut.(YF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here