/
/
bengkulu-utaraheadline

Cegah Masyarakat Beli Obat Sembarangan, Dinkes Gelar Gema Cermat

61
×

Cegah Masyarakat Beli Obat Sembarangan, Dinkes Gelar Gema Cermat

Sebarkan artikel ini

PEWARTA : SULISWAN
KAMIS, 9 AGUSTUS 2018 

GO BENGKULU UTARA – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu gelar edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di aula Universitas Ratu Samban (Unras), Kamis (9/8). Disebut penting dilakukan dengan tujuan mencegah masyarakat mengkonsumsi dan membeli obat sembarangan.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, drg H Edriwan Mansur, pada kesempatan itu mengingatkan, mengkonsumsi obat sembarangan akan berdampak tidak baik bagi kesehatan.

Secara keseluruhan edukasi tersebut bertujuan menggerakkan dan memberdayakan masyarakat bahwa akan lebih baik mencegah penyakit, dari pada mengobati. Atau, akibat salah minum obat baru kita mengobati.

“Contohnya, demam atau sakit sedikit minum amoksilin, padahal masyarakat tidak tahu efek pemakaian amoksilin terhadap kesehatan jika dibiarkan dalam jangka panjang. Pada intinya tidak boleh memebeli obat sembarangan,” jelas Edriwan.

Kegiatan edukasi tersebut melibatkan Dinkes BU, Puskesmas, pemilik apotek, Ikatan Ahli Farmasi, tokoh masyarakat dan masyarakat serta lembaga yang mempunyai kekuatan komunikasi baik dengan masyarakat. Diharapkan kedepan mampu mensosialisasikan germas secara luas kepada masyarakat.

Selain larangan sembarangan membeli obat, germas juga menyampaikan pentingnya pola hidup sehat. Seperti mengkonsumsi buah dan sayuran, olah raga fisik dan pemeriksaan fisik setiap 6 bulan sekali. Akan sangat tidak efektif jika germas tidak dikuti pola hidup sehat.

“Agar maksimal sosialiasi germas ini kita libatka pihak yang mempunyai kekuatan komunikasi agarnantinya bisa menyampaikan kepada masyarakat. Penerapan pola hidup sehat juga harus dilakukan,” kata Edriwan menambahkan.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi, mis persepsi atau kesalahan pemakaian antibiotik di ProvinsiBengkulu mencapai 60 persen. Padahal standar yang diperbolehkan hanya sekitar 20 persen. Besarnya angka tersebut disebabkan masih banyaknya apotek yang tidak melakukana tugasnya dengan baik.

Seperi contohnya, banyak apoteker yang tidak melayani langsung pembeli, tetapi yang melayani pembantunya. Padahal apoteker di Kota Bengkulu ada 50 orang lebih, yang terdapat di Kota Arga Makmur sekitar 80 persen.

“Untuk itu kita minta apotek harus aktif mengawasi, selain puskesman dan dinas kesehatan,” tegas Edriwan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata mengatakan, akan mendukung penuh GeMa CerMat tersebut. Mendukung dinas kesehatan, para apoteker untuk mensosialisasikan pemakaian obat yang tepat kepada masyarakat. Merealisasikan hal tersebut semua instansi dan stekholder harus terlibat.

“Pemda Bengkulu Utara mendukung GeMa CerMat ini, kita akan sosialisasikan secara maksimal kepada masyarakat,” kata Wabup.

Masyarakat diminta menerapkan ingat lima O, Obat ini apa nama dan kandungannya, obat ini apa khasiatnya, obat ini berapa dosisnya, obat ini bagaimana cara menggunakannya, obat ini apa efek sampingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *