Kasus DBD di Mukomuko Mewabah, 2 Orang Meninggal Dunia

0
335

PEWARTA : YADHI
SELASA 3 JULI 2018

GO MUKOMUKO – Terhitung sejak Januari hingga Juni 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mencatat telah terjadi 105 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). 2 orang diantaranya meninggal dunia, yakni warga Kecamatan Ipuh dan warga Kecamatan Pondok Suguh.

Khusus di Bulan Juni, penyakit DBD mewabah di Mukomuko antara lain terjadi di Kecamatan Pondok Suguh, terjadi sebanyak 37 kasus, 1 orang warga laki-laki berusia 33 tahun meninggal dunia. Dan di Kecamatan Lubuk Pinang terjadi sebanyak 7 kasus.

Sampai saat ini pihak Dinkes terus melakukan upaya untuk pencegahan penyebaran penyakit DBD, dengan menggalakkan fogging. Disertai pula dengan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan, yang melibatkan pihak puskesmas dan warga desa serta kecamatan.

Kepala Dinkes, Junharto melalui Pengelola Program Malaria dan DBD, Bidang P2P, Rully Herlindo, S.AP menyebutkan, untuk tahun ini kasus penyakit DBD di Kabupaten Mukomuko mengalami peningkatan.

“Baru pertengahan, sudah terjadi 105 kasus DBD bahkan 2 orang diantaranya meninggal dunia. Untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk, kami  segera melakukan fogging. Kita juga menggalakkan sosialisasi yang melibatkan pihak puskesmas, kades, dan kecamatan,” ungkap Rully.

Dalam bulan Juli ini, pihaknya bakal menyebarkan surat edaran ke seluruh desa dan kecamatan mengenai program kebersihan, serta cara penanggulangan DBD. Terkait untuk pembagian obat Abate, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinskes Provinsi dan pusat.

Surat edaran tersebut kata dia tinggal ditandatangani bupati. Nantinya, akan disampaikan kepada pihak desa. Sosialisasi ini dapat dilakukan di tempat umum seperti masjid saat ada kegiatan dan juga posyandu.

“Kami berharap masyarakat juga terus melakukan gaya hidup sehat dan bersih. Dengan demikian, kami yakin nyamuk penyebab DBD tidak akan berkembang. Untuk stok obat Abate yang kosong, Kita sudah sampaikan ke dinkes provinsi dan juga pusat,” pungkas Dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here