Polri, TNI Bersama Pemkab BU Deklarasi Anti Teroris dan Radikalisme

0
423

PERWARTA : SULISWAN
SENIN 14 MEI 2018

GO BENGKULU UTARA – Pasca terjadinya insiden di Mako Brimob Jakarta yang menewaskan  5 personil polisi, ditambah lagi terjadinya bom bunuh diri yang menimbulkan banyak korban jiwa di Surabaya, dilakukan oleh satu keluarga dengan aksi bom bunuh diri di tempat Ibadah umat kristiani di ibukota Jawa Timur baru-baru ini, mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Kepolisian, TNI beserta unsur pemerintahan menentukan sikap atas perbuatan tergolong keji tersebut, dan bersiaga terhadap segala bentukan tindakan yang dapat mengganggu ketentraman serta keamanan negeri ini.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Wn SH SIK MM, bersama Dandim 0423/BU, Letkol Arh. Ari Triseneta, S.sos, dan Sekdakab BU, Dr Haryadi MM MSi pada Senin (14/5) di halaman kantor Bupati BU mendeklarasikan anti teroris dan radikalisme, sekaligus merupakan bentuk dukacita yang mendalam terhadap korban teroris.

Kapolres menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan secara bersama-sama dengan aparat kepolisian, TNI dan Alim ulama serta masyarakat tetap waspada dan saling mengingatkan. Bila ada yang mencurigakan segera laporkan.

“Kita semua menentang aksi terorisme dan radikalisme, diminta selain kami dari pihak aparat kepolisian dan TNI, unsur pemerintah beserta masyarakat juga diharapkan peran sertanya, mari kita perangi paham yang bertentangan dengan hukum tersebut,” tegas Kapolres dalam penyampaiannya, Senin.

Selain Kapolres beserta jajarannya, Dandim 0423, Sekda. hadir pula dalam kesempatan itu, Kejaksaan Negeri, Ketua MUI, Ketua FKUB, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan sejumlah ASN di lingkungan pemkab Bengkulu Utara.

Dipenghujung kegiatan, dilakukan penandatanganan papan deklarasi bersama gerakan anti terorisme dan radikalisme sebagai simbol kebersamaan masyarakat Bengkulu Utara melawan dan menentang terorisme.

Editor : Uj

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here