Dimediasi Polisi, Pemilik Akun Bantah Buat Status Hina Warga Gunsel

0
470

KONTRIBUTOR : HERMAN
JUMAT 18 MEI 2018

GO BENGKULU UTARA – Pemilik akun fecebook atas nama Prengky Agus Pranata, yang merupakan warga Desa Air Merah kecamatan Arma Jaya, Bengkulu Utara tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak pernah membuat status di Medsos bernada menghina warga Desa Gunung Selan Kecamatan Arga makmur.

Sekalipun telah dilakukan mediasi oleh pihak SatReskrim Polres Bengkulu Utara pada Jumat (18/5), kedua belah pihak, dihadiri Kades dan perwakilan warga kedua desa tidak juga menemukan kesimpulan dan kesepakatan, menuju penyelesaian persolalan tersebut.

Kades Gunung Selan, Mukti, mengakui, mediasi yang digelar sekira pukul 14:45 WIB di Mapolres BU tersebut tidak menemukan titik terang. Selanjutnya ia bersama warga desa memutuskan akan melanjutkan musawarah di desa.

“Sebenarnya kita berharap permasalahan ini dapat segera selesai, namun dari pertemuan yang difasilitasi oleh Polres tadi, tidak menemukan kesimpulan. Untuk itu besok kita akan musyawarah dengan warga desa,” kata Kades, Mukti.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Kades Air Merah, Dahari. Pihaknya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Gunung Selan. Diharapkan oleh dia kejadian ini dapat dijadikan pelajaran kedepan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Harapan kita semua, agar persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, agar tidak berkepanjangan,” kata Dahari.

Sementara itu, Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres BU AKP Jufri mengatakan, melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan penyelesaian. Kedua pihak sepakat akan melanjutkan besok.

“Lebih baiknya permasalhan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Jika kata mufakat tidak juga ditemukan tentu kita akan lanjutkan proses pemeriksaan,” kata Kasat.

Diakui Kasat, pemilik akun tetap tidak mengakui bahwa ia membuat postingan yang bernada hujatan terhadap warga Gunung Selan itu.

“Menurut pelaku bukan dia yang membuat kata ungkapan kebencian tersebut. Makanya jika kasus ini tidak selesai secara kekeluargaan, kita akan lanjutkan penyelidikan,” demikian Kasat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here