Bupati Kaur Menitikkan Airmata Atas Derita Nenek Lunia

0
1080
Bupati Kaur, Gusril Fauzi S.Sos, sangat terharu melihat derita nenek Lunia (foto : Aidil)

PEWARTA : AIDIL HARYANTO
RABU 2 MEI 2018

GO KAUR – Cobaan menjelang bulan suci ramadhan sangat berat bagi nenek Lunia yang sudah berusia 85 tahun, di Desa Selika Tiga kecamatan Tanjung Kemuning kabupaten Kaur. Rumah beserta isinya milik sang nenek ludes dilahap sijago merah Selasa sore (1/5).

Guna menyampaikan rasa simpati dan memberikan bentuk kepedulian, Bupati Kaur, Gusril Fauzi S.Sos, sore ini (2/5) sekira pukul 16:00 WIB mengunjungi nenek yang hanya hidup berdua dengan cucunya, Eko (25).

Didampingi sejumlah jajarannya, kedatangan bupati disambut oleh kades Selika Tiga beserta masyarakat desa. Sekalipun dilanda musibah, sang nenek merasa senang atas perhatian sang pemimpin terhadap warganya tengah mengalami cobaan.

Terlihat tetes bening mengambang dipelupuk mata sang Bupati menyaksikan penderitaan dan cobaan yang dialami sang nenek yang telah ditinggalkan suaminya 25 tahun silam dipanggil Sang Khlaik.

Bupati menyampaikan rasa simpati yang sangat mendalam, sekaligus memberikan santunan kepada nenek Lunia, berupa uang guna sedikit meringankan beban nenk bersama cucunya.

“Bantuan tersebut murni dari bupati secara pribadi, bukan sumbangan dari siapa-siapa. Dan itu bentuk dari perhatian dan keprihatinan beliau terhadap derita sang nenek,” tutur Kabag Humas Pemkab Kaur, Edian Siratjudin S.Pd. Rabu.

Untuk sumbangan dari pemerintah daerah, kata Edian, segera disampaikan namun terlebih dahulu akan diputuskan melalui rapat.

“Tentu kita kasihan sekali terhadap nenek Lunia dan cucunya, sekarang mereka berdua tidak punya tempat berteduh, apalagi tempat tidur. Sedangkan sebentar lagi kita menghadapi bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam,” demikian Edian.

Baca juga : Jelang Ramadhan, Rumah Ludes Terbakar, Nenek Lunia Kehilangan Segalanya

Editor : Uj

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here