/
/
headlinehukum-peristiwaLebong

Lantaran Menangis, Pria Ini Bakar Anak Kandungnya Hingga Tewas

193
×

Lantaran Menangis, Pria Ini Bakar Anak Kandungnya Hingga Tewas

Sebarkan artikel ini

GO LEBONG Hanya lantaran perkara yang sangat sepele, yakni anaknya menangis saat ia tidur, HW (37), tega membakar putra kandungnya sendiri yang baru berusia 3 tahun. Perbuatan sadis tersebut dilakukan di rumahnya yang terletak di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong.

Peristiwa kekejaman ini dilakukan terhadap anaknya pada minggu (15/5) sekira pukul 06:00 WIB, dan baru dilaporkan ke Polsek Lebong Selatan, Selasa (22/4) kemarin, oleh warga setempat yang berinisial YL (32).

Diceritakan oleh ibu tiri korban yang berinisial PF, pagi itu anaknya mau mandi, bersamaan dengan itu ibunya mendahului masuk ke kamar mandi lantaran kebelet BAB. Mungkin karena merasa didahului oleh ibunya (Masuk ke kamar mandi, red), korban tiba-tiba menangis sembari berdiri di depan pintu kamar mandi.

Merasa tidurnya terganggu, sang ayah langsung terbangun lalu melempar baju yang dipegang anaknya ke kamar mandi. kemudian pelaku menyiramkan cairan pertalite ke arah baju tersebut kemudian menyulut dengan korek api. Tentu anaknya yang berdiri di dekat bajunya itu ikut terbakar, dan menjerit kepanasan.

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama, Putra, S.I.K, melalui Kapolsek Lebong Selatan, Iptu. L Naibaho, SH, membenarkan adanya kejadian tersebut. korban sempat dirawat di puskesmas Tes, karena luka bakarnya cukup parah nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Korban hari Rabu (16/5) sempat dibawa ke Puskesmas Tes, namun lantaran luka bakar korban sangat serius, disarankan untuk dirujuk ke RSUD Lebong, kemudian dirujuk lagi ke RSUD Curup. Namun, Senin (21/5) lalu nyawa korban tak terselamatkan dan korban meninggal dunia sekira pukul 02:30 WIB,” kata Kapolsek.

Kapolsek juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan luka bakar di beberapa bagian tubuh dengan pengelupasan kulit ari dan dasar kulit warna putih kemerahan, total luka bakar yang dialami kira-kira 54,5 %. Pihak kepolisian telah meminta hasil visum dari RSUD Lebong dan RSUD Curup.

Di hadapan polisi pelaku telah mengakui perbuatannya. Namun pelaku sempat mau mengelabui petugas dengan cara membakar jerigen dan tank semprot. Hal itu dilakukannya seolah-olah terbakarnya korban akibat dari puntung rokok yang membakar jerigen pertalite

“Kita telah melakukan pemeriksaan terhadap ibu tiri korban dan berdasarkan hasil pengembangan, ibu tiri korban mengakui bahwa yang melakukan penganiayaan tersebut adalah suaminya sendiri atau bapak kandung korban,” tambah Kapolsek.

PEWARTA : YOFING DT

Editor : Uj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *