Sssst.! Pegawai PU Propinsi Kerjakan Proyek Bermasalah Tengah Malam, Begini Alasannya

0
1176
Pegawai PUPR Propinsi Bengkulu, Yuda (kiri), Kegiatan dikerjakan tengah malam (kanan)

PEWARTA : YOFING DT
KAMIS 19 APRIL 2018

GO LEBONG – Ulah dua pegawai Dinas PUPR Propinsi Bengkulu Ini memancing kecurigaan warga Desa Pelabuan Talang Leak. Pasalnya ditengah malam berkisar pukul 23:30 WIB, Rabu (18/4) mereka memasang besi penyangga beronjong di tepi Sungai Air Ketahun secara sembunyi-sembunyi.

Kecurigaan semakin menguat karena ketika dipergoki oleh Kepala Desa setempat, Debi Putra Herlambang bersama Linmas, salah seorang bernama Yuda yang mengaku dari PUPR proponsi itu seakan menyembunyikan kegaiatannya. Yuda yang terlihat memegang sajam, melarang awak media untuk mengambil foto.

Setelah didesak akhirnya Yuda mengakui bahwa ia diperintahkan oleh kordinator pengawas lapangan (KPL) yakni Edi Wijanarko untuk memasang besi penyangga beronjong pada proyek 2017 yang tidak selesai dan bermasalah tersebut.

“Saya tidak tahu apa-apa, di sini saya hanya disuruh oleh pak Edi Wijanarko selaku Koordinator Pengawas Lapangan (KPL) proyek tersebut , saya akui ini menyalahi aturan. Karena semestinya besi penyangga ini dipasang di awal pemasangan beronjong dan proyek ini memang bermasalah kontraktornya pun sudah tidak tahu dimana,” beber Yuda.

Dijelaskan oleh Yuda, proyek ini semestinya selesai akhir 2017 silam tapi sampai dengan sekarang belum selesai 100 persen. Dia memang ditugaskan mengawasi pekerjaan beronjong.

“Pak Arman DPRD Propinsi minta tolong kepada saya untuk membantu memasang besi penyangga ini, karena proyek ini belum selesai dan pencairannyapun belum 100 persen,” imbuh Yuda.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh penjelasan apa hubungan anggota DPRD Propinsi dengan proyek yang tidak terselesaikan itu. Dan Mengapa harus dikerjakan tengah malam untuk sekedar memasang penyangga beronjong.

Diakui pula oleh Kades, dirinya juga merasa heran, dengan dilakukannya kegiatan tengah malam seperti itu. Diminta hargai dia selaku pemerintah desa, paling tidak kontraktor atau pekerja pamit. Dikhawatirkan bila kepergok warga seperti ini bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dari awal kami tidak tahu proyek ini oleh siapa dan dikerjakan perusahaan mana, Sebab, kontraktornya tidak pamit kepada desa,” kata Kades.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here