/
/
Lebong

Banjir dan Longsor Terus Melanda, BPBD Lebong Terkendala Anggaran

75
×

Banjir dan Longsor Terus Melanda, BPBD Lebong Terkendala Anggaran

Sebarkan artikel ini

PEWARTA : YOFING DT
JUMAT 6 APRIL 2018

GO LEBONG – Kerapnya terjadi bencana longsor disertai banjir  bahkan bercampur lumpur di Kabupaten Lebong kian mengkhawatir warga setempat. Sebagaimana terjadi terakhir, tiga orang warga hanyut terbawa arus air sungai tik Aseak Kecamatan Pinang Belapis. Satu orang diantaranya hingga saat ini belum ditemukan.

Kemudian pada Senin (2/4) banjir kembali terjadi akibat meluapnya air sungai Kotok, mengakibatkan robohnya satu rumah di Desa Paya Embik Kecamatan Amen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong, Fachrulrozi melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Budi Utomo, ST ketika mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi masalah tersebut, seperti mengusulkan ke BNPB untuk membuat pelapis di aliran sungai air kotok di sekitar Desa Lebong Donok yang selalu terjadi banjir apabila turun hujan.

Juga mengusulkan pembangunan jembatan di Desa Lemeu. Kepala BPBD berangkat ke Jakarta guna mendapat membahas persoalan yang dihadapai di daerah itu kepada pihak pemerintah pusat.

“Tapi jujur saja, terkadang kami mengalami kendala-kendala untuk turun ke lapangan, terutama masalah anggaran kami sangat minim. Karena sistem yang berlaku di Kabupaten kita ini, kita diberi plafon untuk anggaran bukannya berdasarkan usulan dari analisa yang kita pantau di lapangan dan kemungkinan-kemugkinan potensi bencana yang akan terjadi,” kata Budi.

Padahal menurut dia, jika kembali ke regulasinya anggaran itu sesuai dengan yang diusulkan berdasarkan analisa dengan melihat kemungkinan-kemungkinan potensi akan terjadinya bencana tapi yang terjadi malah  ditargetkan atau tidak boleh lebih dari plafon.

“Kita diberi plafon Rp 2 Milyar dalam satu tahun disitulah semua dana untuk kegiatan kita, seperti gaji honorer belanja kantor dan penanggulangan bencana. Dengan dana yang sangat minim untuk kami bergerak. Jadi seakan-akan kami yang lamban padahal sebenarnya kami terkendala di anggaran dan fasilitas,” beber dia.

Editor : Uj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *